alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

Lacak Korona, Pedagang Pasar Renteng Praya Jalani Rapid Test

PRAYA-Sejumlah pedagang Pasar Renteng di Lombok Tengah di-rapid test. “Ini untuk memastikan pasar terbesar di daerah kita ini, aman dari covid-19,” ujar Kapolres Loteng AKBP Esty Setya Nugroho saat mengawal para tenaga medis mengecek satu per satu pedagang, Jumat (17/7).

Kata dia, proses rapid test dilakukan secara sampel. Jumlahnya, ada 30 orang pedagang. Terdiri dari 15 orang pedagang asal Kota Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Timur. Kemudian 15 orang pedagang dari Loteng.

“Ini inisiatif kami dari polres dan kodim, bekerja sama dengan Puskesmas Praya,” papar Esty didampingi Dandim 1620/Loteng Letkol CZI Prastiwanto.

Dia menerangkan, rapid test dilaksanakan secara gratis, tidak dipungut biaya sedikit pun. Hasilnya, akan diketahui dalam hitungan menit saja. ‘Akan diumumkan atau disampaikan kepada setiap pedagang paling telat Sabtu (hari ini),” paparnya.

Jika ditemukan reaktif, maka TNI/Polri langsung bertindak dan mengeluarkan rekomendasi kepada pemkab dan gugus tugas penanganan covid-19. Isinya, meminta pasar ditutup sementara. Sebaliknya, jika aman-aman saja, maka aktivitas berjalan sebagaimana mestinya. “Yang penting, tetap mematuhi protokol kesehatan,” seru Esty.

Dia menambahkan, kegiatan yang sama akan dilaksanakan secara bergiliran di pasar-pasar yang lain di 12 kecamatan. Pantauan Lombok Post, para pedagang tidak bisa menolak, begitu tenaga medis mengambil sampel darah. Itu karena, penjagaan dan pengawalan ketat dari personel polres dan kodim. Kegiatan tersebut, dilaksanakan pukul 08.30-10.00 Wita.

Dandim 1620/Loteng Letkol CZI Prastiwanto mengatakan, rapid test pedagang Pasar Renteng ini, merupakan kali kedua. Sebelumnya, pernah dilaksanakan oleh Puskesmas Praya. Hasilnya, para pedagang non reaktif. Atas dasar itulah, Pasar Renteng dibuka setelah ditutup sejak Marel lalu.

“Apa yang kita jalankan ini, demi kebaikan bersama dan demi keselamatan kita bersama,” tandasnya.

Kata dia, jumlah pasar di Loteng sebanyak 42 unit. Yang baru di buka 12 pasar di 12 kecamatan. Jika kasus Covid-19 terus menurun, atau mendekati angka nol, maka dipastikan semua pasar akan di buka.

Asalkan, pesan dia setiap pedagang dan pengunjung wajib memakai masker. “Kalau tidak, jangan masuk pasar. Ingat itu,” tegas Prastiwanto. (dss/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks