alexametrics
Rabu, 30 November 2022
Rabu, 30 November 2022

Muwardi Sutasoma, Anak Petani Peraih Gelar Doktor dari Lombok Tengah

MUWARDI Sutasoma, seorang anak petani ini patut ditiru dan dijadikan contoh. Diusia 32 tahun, ia meraih gelar doktor di Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur.

—-

Lahir di Dusun Ketewon Desa Kidang, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah 27 Agustus 1990, Sutasoma -panggilan kesehariannya- telah melewati perjalanan pendidikan yang panjang. Dari sekolah dasar (SD) hingga S-3.

Suami dari dr Fadhila Nurisa itu tidak pernah bermimpi akan melewati jenjang pendidikan paling puncak. Karena maklum saja, ia hanya seorang anak petani biasa. Namun, berkat perjuangan keras, ia mampu melewatinya. Apalagi, ia terinspirasi dari perjalanan hidup Wakil Bupati Loteng HM Nursiah.

Di mana, di tengah kesibukan dan keterbatasan ekonomi, dia melihat Wakil Bupati HM Nursiah mampu menyelesaikan S-3. Sutasoma pun tidak mau kalah. Ia ingin menunjukkan bahwa, ia bisa dan mampu seperti sosok Wakil Bupati HM Nursiah. Dan itu terbukti. “Pak Nursiah itu orang sibuk. Tapi, bisa lulus program doktor,” ujarnya.

Baca Juga :  Tak Punya Siswa dan Modal, l81 LKP di Lombok Tengah Tutup

Untuk itu, pihaknya menyerukan agar langkah yang sama bisa dilakukan warga Gumi Tatas Tuhu Trasna di mana pun berada. Bahwa, keterbatasan ekonomi atau kesibukan yang ada, bukan menjadi penghalang untuk meraih impian dan cita-cita yang lebih tinggi.

Selama ada niat dan keinginan keras, maka tidak ada yang tidak mungkin. “Kata kuncinya, harus kerja keras dan jangan gampang menyerah,” pesannya.

Bagi Sutasoma, kalau mau enak, maka suka tidak suka pasti melewati keletihan, kejenuhan hingga kegagalan. Tidak ada orang yang sukses yang langsung sukses. Semua pasti melewati proses, tidak bisa langsung menuai hasil.

Anak dari Massuriadi dan Najmah itu sendiri meraih gelar doktor di Jurusan Fisika, Fakultas MIPA Unibraw Malang. Meraih IPK 3,9 dan pernah menulis enam artikel ilmiah yang diterbitkan di jurnal internasional di Jepang dan USA. Ia menjadi satu-satunya doktor termuda di kampusnya.

Baca Juga :  Ada WSBK, Pengunjung Desa Wisata Sade di Lombok Tengah Melonjak

Jenjang S-1 dan S-2 juga ditempuh Unibraw Malang. Pernah menjadi Presiden BEM di kampusnya. “Selama kuliah S-3 saya mendapatkan beasiswa. Dari penelitian, publikasi, SPP dan lain sebagainya,” papar pria berkacamata tersebut.

Artinya, benar kata pepatah banyak jalan menuju roma. Di tengah kekurangan dan keterbatasan ekonomi, pasti ada jalan. Yakni beasiswa.

Lagi-lagi, Sutasoma menekankan yang terpenting jangan gampang menyerah. Kalau ditegur atau dicibir, jangan lantas lemah atau mundur. Melainkan, menjadi penyemangat untuk melangkah lebih maju.

“Selamat pada Sutasoma. Dia punya semangat dan punya kegigihan yang kuat. Patut ditiru,” pesan Wakil Bupati HM Nursiah.

Selama berkenalan dengan salah satu putra daerah terbaik tersebut, pihaknya sering diajak berdiskusi. Mengupas berbagai program dan dinamika daerah.

Wabup berharap, ada Sutasoma-sutasoma yang lain yang sukses dan berhasil. Tidak saja dibidang pendidikan, tapi bidang-bidang yang lain. (*/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks
/