alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Dafter Tunggu Haji Semakin Lama

PRAYA-Daftar tunggu bagi calon jamaah haji di Lombok Tengah, sampai tahun 2044 mendatang, atau 25 tahun kedepan. Itu kalau, mereka yang mendaftar tahun ini. K

        “Setiap hari, ada saja yang mendaftar,” beber Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Loteng HM Nuhson, kemarin (19/2).

        Kalau dirata-ratakan, lanjutnya antara 10-35 orang. Per hari ini saja (Selasa, kemarin), jumlahnya mencapai 382 orang. Padahal, baru dua bulan berjalan, kalau per tahun bisa menembus ribuan orang. Sementara, kuota haji hanya ratusan orang per tahun. Jadi, lebih banyak yang daftar, dari pada yang berangkat.

        Sehingga, keluh Nuhson wajar daftar tunggu calon jamaah haji, berpuluh-puluh tahun lamanya. Bahkan saking lamanya, para calon tamu Allah tersebut, ada yang meninggal dunia. Hanya saja, kemenag tidak bisa berbuat banyak, karena itu menjadi kebijakan pemerintah pusat dan pemerintahan Arab Saudi.

        Kalau sudah seperti itu, terangnya maka keluarga yang ditinggal, diwajibkan mengurus pembatalan haji. Setoran yang sudah masuk ke bank, akan dikembalikan ke ahli waris. “Prosesnya, paling lama 2 minggu saja,” bebernya.

        Kendati demikian, tekan Nuhson ada pertimbangan lain, yang diberlakukan bagi calon jamaah haji. Kalau mereka yang lanjut usia (Lansia), minimal umur 75 tahun, maka langsung diberangkatkan. Begitu pula, sistem penggabungan. Maksudnya, kalau suami berangkat tahun ini, lalu si istri beberapa tahun kedepan, maka bisa digabungkan tahun ini juga. Itu berlaku pula, bagi anak atau orang tua.

        “Kalau ada calon jamaah haji meninggal dunia, atau berhalangan karena sakit, maka diganti dengan nomor porsi berikutnya,” tambah Kepala Kemenag Loteng H Haryadi Iskandar, terpisah.(dss/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks