alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Desa Wisata Penopang KEK Mandalika

PRAYA-Satu per satu desa-desa di Lombok Tengah, mendeklarasikan diri sebagai desa wisata. Kedepan, keberadaannya menjadi penopang dan pendukung kemajuan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Jadi, warga dimana pun berada, harus cepat-cepat menangkap peluang yang ada.

        “Sehingga, kalau wisatawan mau berlibur ke Loteng, maka banyak pilihan,” ujar Bupati Loteng HM Suhaili FT, kemarin (19/2).

        Itu artinya, ungkap Suhaili lama tinggal wisatawan diharap dapat bertambah. Bahkan juga, mereka akan datang kembali. Itu karena, tidak semua objek wisata bisa dikunjungi dalam hitungan hari, atau puluhan hari.

        Yang terpenting, tekannya desa-desa wisata di Loteng, saling mendukung satu sama lain, tidak boleh berdiri sendiri. Karena, setiap desa wisata memiliki ciri khas yang berbeda-beda. Ada namanya desa wisata bahari, desa wisata gerabah, desa wisata adat, desa wisata songket dan masih banyak lagi.

        “Insya Allah, cepat atau lambat geliat pariwisata di daerah kita tercinta ini, akan nampak. Tunggu saja,” kata orang nomor satu di Loteng tersebut.

        Jadi, tambah Suhaili kalau desa wisata maju, maka KEK Mandalika lebih maju lagi. Kenapa seperti itu, karena wisatawan yang datang pasti menginap di KEK Mandalika, tidak mungkin di tempat lain. Untuk itulah, dari sekarang masyarakat harus menyiapkan, usaha apa yang dibangun, guna mendukung kemajuan pariwisata.

“Dari hal terkecil, misalnya jual ubi. Tapi, dikemas sedemikian rupa, sehingga menarik untuk di beli,” saran Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar NTB tersebut.

        Senada dikatakan Kepala Dinas Budpar Loteng HL Muhammad Putrie. Ia mengatakan, Pemkab menargetkan memiliki 58 desa wisata, dari total 127 desa di Loteng. Setiap tahun dan bulannya, mulai bermunculan. “Salah satunya, desa kami,” sambung Kepala Desa (Kades) Penujak Suharto, terpisah.

        Desa Penujak sendiri, bebernya dijadikan Desa Wisata Gerabah. Harapannya, potensi gerabah yang dimiliki warga, terangkat di permukaan. Paling tidak, diterima di KEK Mandalika dan tempat lain di seluruh Indonesia, bahkan dunia. “Semoga,” harap Suharto.(dss/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Gowes di Jalan Raya Kini Tak Bisa Lagi Serampangan, Ini Aturannya

Belakangan tren bersepeda marak. Agar tertib, maka Kementerian Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan pada 14 Agustus lalu. Kemenhub rutin untuk melakukan sosialisasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks