alexametrics
Jumat, 18 September 2020
Jumat, 18 September 2020

Kasus DBD di Lombok Tengah Naik Drastis

PRAYA-Mengejutkan, penderita demam berdarah dengue (DBD) di Lombok Tengah, naik 47 kasus, dari sebelumnya per 31 Januari lalu sebanyak 10 kasus. Sehingga, bisa dikatakan setiap hari ada saja yang terserang.

“Itu tersebar di 28 desa. Kami terus, berupaya menekan. Mohon dukungan dan kesadaran warga,” seru Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Loteng H Omdah, kemarin (19/2).

Ke 28 desa yang dimaksud yaitu, Desa Penujak, Mangkung, Darek, Batujangkih, Sengkol, Kuta, Teruwai, Mujur, Ganti, Janapria, Langko, Kopang, Muncan, Praya, Aikmual, Pengadang, Batunyala, Ubung, Bonjeruk, Puyung, Pringgarata, Bagu, Mantang, Aik Darek, Teratak, Tanak Beak, Wajegeseng dan Desa Batujai.

Langkah yang dilakukan, terang Omdah memberikan perawatan medis kepada para penderita. Jika tidak mampu ditangani di Puskesmas, maka di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya. Kemudian, melakukan fogging (pengasapan, Red). Lalu, mengajak warga membersihkan lingkungan masing-masing.

        Omdah mengatakan, kalau sudah satu orang saja yang terserang, maka dipastikan akan menular ke orang lain. Sehingga, bagi desa-desa lain, bukan berarti aman. Untuk itulah, perlu dilakukan langkah antisipasi dini. Dengan cara, melaksanakan gerakan menguras, menutup dan menimbun (3M). Berikutnya, menabur bubuk abate yang tersedia di 28 Puskesmas, gratis.

        “Kalau dibandingkan tahun lalu, di bulan yang sama. Tahun ini, meningkat. Tapi, kita bersyukur tidak ada yang meninggal dunia,” ujarnya.

        Jadi, pesan Omdah para tenaga medis dimana pun berada, baik di Puskesmas, Pustu bahkan Polindes agar tetap siaga. Jika ditemukan kasus DBD, maka cepat-cepat ditangani dan laporkan. Jangan mengulur-ngulur waktu dengan alasan administrasi, miskin atau kaya dan lain sebagainya.

        “Mari kita bergotong royong membersihkan sampah, atau barang-barang tempat berkembangbiaknya nyamuk. Itu saja,” cetus Kabid Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dikes Loteng H Hasyim, terpisah.(dss/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pilwali Mataram, Polres Petakan 12 Potensi Kerawanan

Polresta Mataram memetakan 12 titik potensi kerawanan di Kota Mataram. “Sebenarnya ini kejadian (yang kami himpun) dulu dan pernah terjadi,” kata Wakasat Intelkam Polres Mataram, Ipda Gunarto, kemarin (17/8).

Pilkada Serentak NTB, Potensi Saling Jegal Masih Terbuka

Bawaslu NTB mengantisipasi potensi sengketa usai penetapan Pasangan Calon (Paslon) 23 September mendatang. Baik sengketa antara penyelenggara pemilu dengan peserta dan peserta dengan peserta.

Bukan Baihaqi, Isvie Akan Menangkan HARUM di Pilwali Mataram

Golkar dipastikan solid memenangkan setiap pasangan yang diusung. “Sebagai kader Golkar kita harus loyal (pada perintah pertai),” kata Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi NTB Hj Baiq Isvie Rupaeda.

Gubernur Ingatkan Jaga Kerukunan di Musim Pilkada!

”Partai boleh beda, calon boleh beda, tapi senyum kita harus senantiasa semanis mungkin dengan tetangga-tetangga kita," kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah saat menyapa umat Hindu di Pura Dalem Swasta Pranawa, Abian Tubuh, Kamis (17/9/2020).

Koreksi DTKS, Pemprov NTB Coret 215.627 Rumah Tangga

”Data ini dari hasil verifikasi dan validasi yang dilakukan kabupaten/kota,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) NTB H Ahsanul Khalik, Kamis (16/9/2020).

53 SPBU di NTB Sudah Go Digital

”Upaya ini untuk menjawab tantangan di era digital. Pertamina memantau distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) end to end process, yang akan memberikan layanan kepada pelanggan lebih aman, mudah dan cepat,” kata Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji, Kamis (17/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks