alexametrics
Kamis, 11 Agustus 2022
Kamis, 11 Agustus 2022

50 Advokat Ajukan Penangguhan Penahanan Empat IRT di Loteng

PRAYA-Empat ibu rumah tangga (IRT) ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Praya, Lombok Tengah. Mereka diduga melakukan perusakan gudang pabrik tembakau di Desa Wajageseng, Kecamatan Kopang dengan cara melempar batu. Bahkan dua balita masing-masing berumur 1 tahun dan 1,5 tahun terpaksa ikut menginap bersama ibu mereka di dalam tahanan.

Kempat IRT itu adalah Nurul Hidayah, Martini, Fatimah, dan Hultiah. Semuanya warga Dusun Eat Nyiur, Desa Wajageseng. Mereka diancam pasal 170 KUHP ayat 1 dengan ancaman pidana 5-7 tahun penjara.

Fakta ini membuat 50 advokat turun tangan memberikan bantuan hukum. “Di mana rasa keadilan dan kemanusiaan pihak-pihak yang menyeret empat IRT dan dua balitanya itu,” tegas anggota tim kuasa hukum Apriadi Abdi Negara dalam rilisnya, Sabtu (20/2/2021).

Baca Juga :  Siaga Korona, Wabup Loteng Sorot Kepala Puskesmas yang Sering Matikan HP

Kata dia, sebelum berkas perkara dilimpahkan ke pengadilan 24 Februari 2021 mendatang, tim kuasa hukum akan mengajukan surat penangguhan penahanan.

Senada dikatakan anggota tim kuasa hukum lainnya Ikhsan Ramdhani. Dia mengatakan, setelah tim melakukan investigasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP), tidak ditemukan kerusakan atas tuduhan yang dimaksud. Sehingga pelapor seolah mengada-ada. “Saya tidak habis pikir apa yang menjadi dasar pertimbangan polisi dan jaksa memproses hukum IRT itu,” tegasnya.

Sementara itu, koordinator tim kuasa hukum Ali Usman Ahim mengatakan, selain 50 advokat, alangan praktisi hukum, pegiat perempuan, akademisi hingga NGO juga ikut membantu. Tim sudah menjenguk empat IRT di Rutan Praya. Mereka meminta persetujuan dari keluarga IRT, menyangkut pendampingan hukum. (dss/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/