alexametrics
Jumat, 27 November 2020
Jumat, 27 November 2020

Pemenang Lomba Kampung Sehat di Loombok Tengah Panen Hadiah

Tiga desa pemenang Lomba Kampung Sehat tingkat kabupaten di Lombok Tengah, kembali menerima hadiah. Kali ini, bentuknya bukan uang. Tapi berupa kendaraan. Hadiah tersebut disiapkan Pemkab Lombok Tengah dan diserahkan oleh Bupati HM Suhaili FT.

—————

 

“TOLONG pergunakan sebaik-baiknya,” pesan Bupati Suhaili saat menyerahkan hadiah tersebut pekan lalu.

Kata orang nomor satu di Lombok Tengah ini, juara satu Desa Bilebante, Kecamatan Pringgarata, mendapatkan hadiah kendaraan roda empat. Sebelumnya juga telah menerima hadiah uang tunai sebesar Rp 100 juta dari Pemkab pula.

Kemudian, juara dua Desa Jango, Kecamatan Janapria mendapat hadiah berupa kendaraan roda tiga. Sebelumnya juga telah menerima hadiah berupa uang tunai sebesar Rp 75 juta. Terakhir, juara tiga Desa Setenggor, Kecamatan Praya Barat, mendapatkan hadiah kendaraan roda dua dan sebelumnya juga telah menerima hadiah uang tunai sebesar Rp 50 juta. Hadiah-hadiah tersebut di luar yang disiapkan Polda NTB yang totalnya Rp 30 juta.

Penyerahan hadiah secara simbolis dilaksanakan pada puncak HUT ke-75 Loteng, 15 Oktober lalu di halaman pendopo bupati. Bagi Suhaili, hadiah yang diberikan pemerintah kabupaten itu tidak seberapa jika dibandingkan semangat aparatur pemerintah desa dan warganya bergotong royong menyukseskan lomba Kampung Sehat.

Suhaili membuktikan sendiri semangat tersebut. Sebab, dia terjun langsung mengunjungi kampung-kamung sehat yang ikut berlomba tersebut.

Betapa bersemangatnya masyarakat menjaga kesehatan lingkungan dan masyarakat. Juga menjaga keamanan lingkungan, dan menata persoalan sosial ekonomi hingga kelembagaan.

Itu sebabnya, Mantan Ketua DPRD NTB tersebut optimistis, tiga desa yang menjadi perwakilan Gumi Tatas Tuhu Trasna dalam Lomba Kampung Sehat tingkat provinsi akan kembali meraih juara.

Dalam waktu dekat ini, pihaknya juga akan kembali meninjau tiga kampung sehat yang jadi juara di Lombok Tengah. Dia ingin memastikan langsung kesiapan desa-desa tersebut menghadapi penilaian tingkat provinsi. Dirinya akan turun  bersama Kapolres Loteng AKBP Esty Setyo Nugroho dan Dandim 1620/Loteng Letkol Czi Prastiwanto.

“Saya juga perintahkan seluruh kepala OPD dan camat turun lagi. Gerakkan kampung sehat di tempatnya masing-masing,” katanya.

Dia tidak ingin, begitu selesai Lomba Kampung Sehat, kondisinya kembali seperti biasa. Tidak menggambarkan dan mewujudkan kampung sehat itu sendiri.

“Yang sudah ada, tolong dipertahankan dan tingkatkan lagi,” saran pria yang mulai gemar touring tersebut. Intinya, katanya dalam program kampung sehat yang digalakkan Polda NTB, sebenarnya bukan mencari siapa yang menang dan kalah. Tujuan utamanya adalah bagaimana masyarakat mempersiapkan diri menghadapi Nurut Tatanan Baru di tengah pandemi Covid-19. Kemudian, bagaimana masyarakat berikhtiar memutuskan mata rantai penularan Covid-19.

“Seperti yang seringkali saya sampaikan, mari kita lakukan lima gerakan pencegahan penularan Covid-19,” kata Suhaili. Gerakan tersebut adalah jaga kesehatan, jaga kebersihan, jaga aktivitas, jaga jarak, dan tetap memakai masker. (dss/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mandiri Syariah Launching Fitur E-mas di Mandiri Syariah Mobile

Berdasarkan tren dan kebutuhan customer tersebut, kami melakukan inovasi produk layanan digital berbasis emas melalui fitur e-mas di MSM,” jelas Syafii.

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Makmur : Warga Mataram Pemilih Cerdas

Kritik terhadap jalannya debat Pilkada Kota Mataram yang telah terlaksana dua kali datang dari sejumlah pihak. Banyak yang menilai debat monoton, datar bahkan ada yang mensinyalir debat sebagai sebuah konspirasi.

Ini Dia Morikai, Masker Wajah dari Daun Kelor Bikin Wajah Kinclong

Nurul Rahmadani begitu kreatif. Perempuan jebolan Agri Bisnis Universtas Mataram ini memanfaatkan daun kelor sebagai bahan kosmetik. Terutama masker wajah.

Peluang Raih Hati Pemilih Mataram di Debat Terakhir

Sejauh ini, beberapa lembaga survei mengunggulkan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum). Elektabilitas pasangan ini disebut jauh meninggalkan tiga pasangan lain.

HARUM Buka Ruang Kreatif untuk Pemuda MATARAM

Gelombang revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global. Hal ini ditandai dengan semakin berkembangnya kreativitas dan inovasi berbasis pemanfaatan teknologi informasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks