alexametrics
Senin, 15 Agustus 2022
Senin, 15 Agustus 2022

Debit Sumber Mata Air PDAM Praya Menyusut

PRAYA-Debit sumber mata air di Lombok Tengah menyusut menjadi 400 liter per detik. Sebelumnya debitnya 915 liter per detik. “Itu dari semua sumber mata air yang kita kelola di wilayah utara Loteng,” kata Plt Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Praya Bambang Supartmo, kemarin (19/12).

Penyebabnya, karena kondisi hutan yang semakin gundul. Jika tidak cepat dilakukan reboisasi maka cepat atau lambat sumber mata air yang ada akan menghilang.

Sumber-sumber mata air itu yakni Aik Bone di Desa Aik Bukaq dan Sesere di Desa Tanak Beak. Masing-masing didirikan sejak tahun 1976 silam dan 2010 lalu.

Sumber air itu UNTUK Melayani pelanggan di Kecamatan Praya, Kecamatan Pringgarata dan Kecamatan Batukliang. Kemudian Kecamatan Janapria, Kecamatan Praya Timur, sebagian Kecamatan Kopang dan sebagian Kecamatan Batukliang.

Baca Juga :  Tiket Mahal, Bau Nyale Lesu

Berikut, sumber mata air Tibu Nangklok I dan Tibu Nangklok II di Desa Aik Berik. Didirikan tahun 1979 silam dan beroperasi tahun 1980. Melayani pelanggan di sebagian Kecamatan Kopang, sebagian Kecamatan Batukliang, sebagian Kecamatan Praya dan Kecamatan Batukliang Utara.

Kemudian Kecamatan Pringgarata, Kecamatan Praya Tengah, Kecamatan Pujut dan Kecamatan Praya Timur. Terakhir sumber mata air dari pengelolaan air bersih di Bendungan Batujai. Itu melayani pelanggan di Kecamatan Praya Barat, Kecamatan Praya Barat Daya, sebagian Kecamatan Jonggat dan sebagian Kecamatan Pujut.

“Kondisi seperti itu, membuat kami mau tidak mau harus memakai sistem giliran,” terang Bambang.

Misalnya, pagi sampai siang ada yang mendapatkan jatah air bersih. Sore nya dimatikan, kemudian dialiri ke pelanggan lain.

Baca Juga :  Korban Terseret Ombak Belum Ditemukan

“Penyebab lainnya, karena jaringan pipanisasi kita sudah tua, sehingga sering bocor,” ujar Bambang. Ditambah faktor sumber daya manusia.

Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Loteng HM Sidik Maulana membenarkan persoalan yang terjadi. Sebagai salah satu warga di wilayah utara Loteng, kondisi debit air yang dikelola PDAM Praya setiap tahunnya berkurang.

“Saya melihat PDAM ini tidak pernah melakukan penghijauan. Padahal, mereka mencari penghidupan dari hutan,” sindir politisi PKS tersebut.

“Begitu pula dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB,” sambungnya. (dss/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/