alexametrics
Sabtu, 25 Juni 2022
Sabtu, 25 Juni 2022

Jambret Wisatawan Prancis di Loteng, Dua Terduga Pelaku Didor Polisi

PRAYA-Dua terduga penjambret wisatawan mancanegara di jalan raya Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah dapat hadiah timah panas dari polisi. Sebab, keduanya berusaha melawan dan kabur saat ditangkap.

“Keduanya inisial S dan R, warga Dusun Bangkang Desa Prabu. Keduanya merupakan residivis atau pemain lama,” kata Kasatreskrim Polres Loteng Iptu Ridho Rizki Pratama saat jumpa pers di halaman kantornya, Kamis (20/1).

Dijelaskan, keduanya diringkus, Senin (17/1) pukul 03.00 Wita. Sebelumnya, mereka menjambret dua orang wisatawan mancanegara asal Prancis, Minggu (16/1) pukul 13.30 Wita. Peristiwa itu terjadi, saat korban berboncengan dari Pantai Kuta menuju Pantai Are Guling.

Begitu di tempat kejadian perkara (TKP), tiba-tiba datang dua orang terduga pelaku dengan mengendarai motor. Kemudian kedua terduga pelaku memepet motor korban, lalu dengan cepat merampas tas milik korban.

Baca Juga :  Kisah Murtede, Warga Loteng yang Nekat Melawan Empat Begal Sekaligus (1)

“Kedua terduga pelaku langsung kabur menuju arah ke barat ke Pantai Mawun,” tandas Ridho didampingi Kasi Humas Polres Loteng Iptu Susan V Sualang.

Akibat peristiwa itu, korban mengalami kerugian sebesar Rp 11 juta. Dikatakannya, korban kemudian melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polsek Kawasan Mandalika.

Jajaran polsek langsung bergerak cepat mencari tahu siapa dibalik penjambretan tersebut. Sejumlah saksi diperiksa dan melakukan olah TKP. Hasilnya, ditemukanlah sosok kedua terduga penjambret tersebut.

Dari informasi warga, keduanya bersembunyi di rumah inisial S. Polisi langsung melakukan penggerebekan. Sayangnya, kedua pelaku melakukan perlawanan untuk kabur.

Kendati diberikan tembakan peringatan, namun keduanya tidak mengindahkan. Akibatnya, polisi terpaksa menembak kaki kiri dan kaki kanan masing-masing kedua pelaku.

Baca Juga :  Peredaran Sabu Kian Marak, Polres Loteng Tangkap 13 Pemakai dalam Sehari

“Kami sudah interogasi dan mereka mengakui perbuatannya,” kata Kapolsek Kawasan Mandalika AKP Made Dimas Widyantara, terpisah.

Atas perbuatan keduannya, mereka diancam kurungan sembilan tahun. Dia memastikan, razia dan patroli tetap, dan terus ditingkatkan. Sebagai upaya memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang datang ke objek-objek wisata di wilayah selatan Gumi Tatas Tuhu Trasna. (dss/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/