alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Polisi Butuh Bukti Tambahan Guna Usut Kasus Kebakaran Rumah Direktur Walhi NTB

PRAYA-Sepertinya, membutuhkan waktu lama mengusut kasus kebakaran rumah Direktur Walhi NTB Murdani di Desa Menemeng, Kecamatan Pringgarata Lombok Tengah. Itu karena, alat bukti untuk menentukan penyebab dan siapa pelakunya, belum ada titik terang.

        “Saat kejadian, tidak ada yang melihat. Kemudian, rekaman CCTV tidak ada, sidik jari hilang karena hujan,” kata Kapolres Loteng AKBP Budi Santosa SIK, kemarin (20/2).

        Kecuali, lanjut Budi satu alat bukti, berupa kantong plastik, yang diduga digunakan untuk membawa bahan bakar. Dari keterangan pemilik rumah, atas nama Murdani menyebutkan, ada nama-nama yang terindikasi terlibat. Namun, kepolisian tidak bisa langsung bertindak. Karena, lagi-lagi berbicara alat bukti.

        Kendati demikian, pihaknya memastikan terus mengusut dan mendalami, sehingga terbongkar siapa dan apa motif, dibalik kasus yang dimaksud. Polres, sampai meminta bantuan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Denpasar Bali. Kemudian, Mabes Polri dan para ahli teknologi informasi.

        “Lalu, memeriksa saksi-saksi. Jadi, kita sudah maksimal bekerja,” ujar Budi, didampingi Kasat Reskrim Polres Loteng AKP Rafles P. Girsang.

        Jadi, tekannya penyelidikan kasus yang satu itu, masih berjalan dan membutuhkan waktu. Namun, tidak tutup kemungkinan bisa dengan cepat ditangani. “Semoga, rezeki berpihak ke kami,” sambung Kasat Reskrim Polres Loteng AKP Rafles P. Girsang.

        Maksudnya, terang Rafles bisa saja pelaku datang ke Polres, lalu mengakui perbuatannya. Seperti, beberapa kasus yang pernah ditangani Satreskrim. “Jadi, kita tunggu saja,” ujarnya.

        Sambil jalan, tambahnya pemeriksaan saksi terus dilakukan, dari sebelumnya sebanyak 23 orang, ditambah 5 orang lagi. Sehingga, total saksi 28 orang. Kemungkinan, ada saksi-saksi lain. “Sementara, tugas tim Labfor, sepertinya sudah cukup,” cetus Rafles.(dss/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Dapodik Versi Terbaru Buat Bingung, Dikbud NTB Latih Operator Sekolah

Kami rancang untuk yang pulau Lombok dulu,” kata Kepala Seksi  GTK SMK Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud NTB Mu'azam, Rabu (23/9/2020).

SMK di NTB Mulai Persiapan Ikuti LKS Tingkat Nasional

”Siswa yang ikut, sedang menjalani training center (TC),” kata Kepala SMKN 3 Mataram Ruju Rahmad, Rabu (23/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks