alexametrics
Senin, 13 Juli 2020
Senin, 13 Juli 2020

Jatah Warga Loteng Rp 600 Ribu Perbulan, Jangan Dikurangi Lagi!

PRAYA-Bantuan pemerintah untuk meringankan dampak covid-19 mendaptkan perhatian serius dari Bupati Loteng HM Suhaili FT. “Tolong bantuan covid-19 jangan dibagi rata,” tegasnya, Jumat (19/6) lalu.

Itu disampaikannya, setelah beberapa pemerintah desa mulai bermasalah dengan warganya. Bahkan berujung demonstrasi hingga penyegelan kantor desa. Penyebabnya karena persoalan bantuan covid-19. Baik dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemkab maupun pemerintah desa/kelurahan bersangkutan.

Dia melihat, yang terjadi di lapangan bantuan dibagi secara merata. Misalnya, warga miskin seharusnya mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan per orang, malah dikurangi. Itu untuk menutupi warga lain yang terdampak covid-19. “Seharusnya, itu tidak boleh dilakukan,” ujarnya.

Kata dia, penerima bantuan merupakan mereka yang benar-benar miskin dan atau sesuai basis data terpadu (BDT) Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Jika alasannya, BDT karut-marut, maka bisa dilakukan penyesuaian. “Itu berdasarkan penilaian objektif. Bukan subjektif,” tambahnya.

Misalnya, penerima sudah meninggal dunia, pindah domisili, bekerja ke luar negeri atau sudah tidak miskin lagi, maka itu diganti dengan standar warga miskin. Hal ini diperbolehkan, sepanjang sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Bukan atas dasar kedekatan dengan pemerintah desa, kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. “Saya minta kadus harus transparan. Jangan tulis sendiri nama warga miskin di berugak,” sindir Suhaili.

Dia menekankan, persoalan bantuan penanganan covid-19 di Loteng, tidak boleh terjadi lagi. Permasalahan yang terjadi di Desa Mangkung, Kecamatan Praya Barat atau Desa Dasan Baru di Kecamatan Kopang harus dijadikan pelajaran berharga. “Kalau menurut saya, masalahnya bukan di pemerintah desa. Melainkan BDT,” kata Wakil Ketua DPRD Loteng HL Sarjana, terpisah.

Menurut dia, data warga miskin, tidak pernah diperbarui sejak tahun 2011 lalu. Untuk itulah, perlu di lakukan revisi data. Sehingga, pemerintah desa bisa dengan tegas menyalurkan bantuan penanganan covid-19 dengan tepat sasaran, tepat tempat dan tepat jumlah. “Jika tidak, maka permasalahan yang sama akan tetap saja terjadi,” tegasnya. (dss/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lurah Cakra Barat: Yang Ambil Bansos Motornya Bagus-bagus

Bantuan sosial (Bansos) kepada warga miskin seringkali tidak tepat sasaran. Karena itu, Kelurahan Cakra Barat berinisiatif melakukan musyawarah kelurahan (Muskel) dalam waktu dekat ini. “Kita harus persiapkan data dulu sebelum Muskel,” kata Lurah Cakra Barat I Nyoman Swira.

Mataram Aktifkan Jam Malam, Lampu Jalan Dipadamkan

Pemkot Mataram kembali menerapkan aturan jam malam. Warga dilarang berkumpul di ruang publik di atas jam 10 malam. ”Sudah kita berlakukan lagi mulai pertengahan minggu ini,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh.

Berpolitik Praktis Tiga PNS Mataram Dapat Sanksi

Tiga ASN/PNS Pemkot Mataram mendapat sanksi dari pejabat pembina kepegawaian (PPK). ”Sudah kita lakukan. Ada sekitar tiga dari enam orang yang pernah diklarifikasi Bawaslu,” kata Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito

Dewan Mataram Sorot Kualitas Makanan untuk Pasien Korona

Pansus pengawasan covid DPRD Kota Mataram mengkritisi penanganan pasien di Wisma Nusantara (Wisnu). ”Pas kunjungan ke sana, kita tanyakan beberapa hal. Salah satunya soal makanan,” kata Ketua Pansus Abdurrachman,

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks