alexametrics
Selasa, 24 Mei 2022
Selasa, 24 Mei 2022

ITDC Minta Keringanan Pajak Hiburan MotoGP, Ini Respons DPRD Loteng

PRAYA-Pemkab Lombok Tengah mulai mengkaji, menghitung, dan mempertimbangkan permohonan penurunan pajak hiburan MotoGP yang diusulkan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

“Apakah turun 15 persen atau tetap 30 persen tergantung keputusan bupati dan wakil bupati. Kita tunggu saja,” tandas Sekda Loteng Lalu Firman Wijaya, Jumat (21/1).

Dikatakan, hitungan awal, jika pajak hiburan sesuai angka 30 persen, maka pendapatan asli daerah (PAD) dari tiket MotoGP di sirkuit Mandalika Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika mencapai Rp 78 miliar. Hanya saja, jika turun 15 persen, maka secara otomatis PAD ikut turun menjadi Rp 39 miliar.

“Ini yang sedang kita hitung-hitung,” ujar mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Loteng tersebut.

Baca Juga :  Satnarkoba Polres Loteng Kembali Bekuk Terduga Pengedar Sabu

Kendati demikian, pihaknya sampai sekarang belum menerima laporan dari ITDC, maupun Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menyangkut berapa kuota tiket dan jenis tiket yang disiapkan. Berapa yang terjual, berapa yang tersisa dan lain sebagainya. “ITDC dan MGPA harus terbuka,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Loteng Legewarman angkat bicara. Dia menilai, pemkab tidak bisa seenaknya mengeluarkan keputusan menyangkut usulan ITDC dan MGPA. Apalagi, sudah ada payung hukum.

“Kecuali, bupati mengeluarkan peraturan bupati, maka lain ceritanya. Ingat, kita punya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 14 Tahun 2010 tentang Pajak Daerah,” papar Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PBB Loteng tersebut.

Dikatakan, saat World Superbike (WSBK) ITDC dan MGPA mengusulkan hal yang sama. Pemkab kemudian menyetujui. Jika hal ini dilakukan secara terus menerus, maka sebaiknya Perda Nomor 14 Tahun 2010 direvisi saja. “Kami dari Fraksi PBB berencana akan mengusulkannya,” ujar Lege.

Baca Juga :  Separuh Badan Jalan di Desa Pengembur Tergerus

Risikonya, tidak tutup kemungkinan pajak dan retribusi yang lain ikut turun. Bahkan bisa saja dinaikkan. (dss/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/