alexametrics
Rabu, 30 September 2020
Rabu, 30 September 2020

Yuk Lihat, Songket Selingkuh Khas Desa Pelambik, Loteng

PRAYA-Ternyata kerajinan songket tidak saja ada di Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat. ”Warga kami juga punya, bagus,” kata Kepala Desa (Kades) Pelambik, Kecamatan Praya Barat Daya Jumasah, kemarin (20/2).

Dari sisi kualitas, pihaknya tak ragu. Hanya saja, kalah jumlah dan promosi, sehigga tidak banyak yang tahu. Itu karena akses pasar, alat, bahan-bahan kerajinan dan perajin terbatas. Pemerintah desa berharap pemerintah mau membantu.

”Kami dari desa memang menyiapkan pendidikan dan pelatihan. Cuma perlu dibina seperti Desa Sukarara,” harap Jumasah.

Motif yang dimiliki seperti bulan getap, ceker ayam, wayang, mahkota dewa, dan kembang komaq. ”Ada juga motif selingkuh,” lanjut pensiunan anggota Kodim 1620/Loteng tersebut, sembari tertawa.

Motif yang satu itu terdengar aneh. Tapi itulah kelebihannya. Tidak ada di desa lain.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Loteng Lalu Sarjana berjanji akan memperhatikan desa-desa yang memiliki potensi. Bentuk perhatiannya bisa berupa modal usaha, pengemasan, dan akses pasar.

Dia mengatakan hal itu wajib disiapkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Loteng. Kemudian, Dinas Koperasi dan UKM Loteng. ”Saya akan meminta Komisi II untuk memanggil kedua dinas yang dimaksud,” tegas wakil rakyat dapil Praya Barat dan Praya Barat Daya tersebut.

Dia menyarankan warga membuat kelompok usaha. Itu dibawah kendali badan usaha milik desa (BUMDes). Dengan begitu, dewan juga lebih mudah membantu melalui dana aspirasi. Jika semuanya sudah berjalan, maka tinggal memikirkan pemasarannya. Diantaranya bisa dijual di pasar seni di Desa Kuta, atau Bazar Mandalika.

Dia berharap kerajinan itu bisa diterima pengunjung perhelatan MotoGP tahun depan. Pesannya, mulailah meningkatkan kualitas dan kuantitas. ”Yang tidak ada di desa lain, harus ada di Desa Pelambik,” ujar Sarjana. (dss/r9)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

World Tourism Day, Pembangunan Harmoni Manusia dan Alam

PERUBAHAN arah pembangunan menuju pembangunan berkelanjutan saat ini menjadi tema utama dan agenda universal, termasuk dalam pembangunan disektor kepariwisataan. Pembangunan berkelanjutan yang dimaksud yakni menyeimbangkan dan mengintegrasikan antara pertumbuhan ekonomi, sosial dan lingkungan untuk kelangsungan hidup manusia dan bumi (Resolusi Majlis Umum PBB, 2015).

PLN Diskon 75 Persen Tambah Daya Hingga 3 Oktober

PLN NTB terus mendukung upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi. Khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan juga Industri Kecil Menengah. Salah satunya dengan memberikan keringanan Biaya Penyambungan Tambah Daya untuk memberdayakan dan menumbuhkan kegiatan perekonomian UMKM/IKM.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Masih Banyak Masyarakat Yakin Tak Tertular Korona

KESADARAN dan pemahaman masyarakat pada bahaya Covid-19 masih rendah. Hal itu tercermin dari survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Omnibus Law Disahkan, Buruh Ancam Mogok Nasional

Pembahasan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law di DPR yang sudah rampung menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pekerja. Sebab, pekerja akan paling terdampak dengan pasal-pasalnya. Salah satunya soal pemberian pesangon.

Optimisme Najmul – Suardi di Tengah Pandemi

Bencana gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19 membawa ujian berat bagi pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tetapi semangat tidak boleh padam, masa-masa pandemi harus dilalui dengan penuh keteguhan dan ikhtiar yang kokoh.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks