alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Mesin Perahu Elpiji Masih Kurang

PRAYA– Warga berharap  Kementerian ESDM RI kembali menyiapkan bantuan mesin perahu, konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke elpiji.

        “Pendataan sementara ada 850 nelayan. Namun, yang menerima baru 500 nelayan,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Loteng Muhammad Kamrin, kemarin (22/2).

        Data tersebut, terangnya bukan data yang dimiliki DKP. Melainkan, Kementerian ESDM dibantu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Sehingga, kalau dihitung ditingkat akar rumput, bisa mencapai ribuan nelayan.

“Hanya saja, yang dibantu itu, yang memegang kartu nelayan saja. Kebetulan, saya yang memperjuangkannya,” cetus Anggota Komisi 7 DPR RI Dr Kurtubi, terpisah.

Kalau masih banyak yang membutuhkan, maka pihaknya memastikan akan memperjuangkan kembali tahun ini, hingga tahun depan. Dengan harapan, seluruh nelayan di Loteng sudah meninggalkan mesin perahu BBM. Karena, kalau dihitung secara ekonomis, lebih mahal menggunakan BBM, dari pada elpiji.

        Jadi, pesan Kurtubi bagi mereka yang belum memiliki kartu nelayan, segera mengurusnya. Karena itu syarat utama. Selain itu, wajib memiliki perahu, kartu keluarga (KK) dan KTP. “Bila perlu, seluruh nelayan di NTB menggunakan bahan bakar elpiji,” harap pria asal Kediri Lombok Barat tersebut.(dss/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

BioSolar Non Subsidi, Solusi Kebutuhan Masyarakat Sumbawa

”Supaya mempermudah pelanggan membedakan jenis produk BBM yang dibeli,” terang Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji melalui rilis yang diterima Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks