alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

Sejumlah Lokasi Karantina Korona di Lombok Tengah Ditolak Warga

PRAYA-Sebagian warga masih menyerukan penolakan wilayahnya dijadikan lokasi karantina orang dalam pemantauan (ODP) Virus Korona. ”Cari tempat lain saja,” tegas salah satu warga Kelurahan Semayan, Kecamatan Praya Gatot Teguh pada Lombok Post, Selasa (21/4).

Sikapnya itu disampaikannya, setelah menerima surat dari Dinas Perkim Loteng Nomor 90/16/Disperkim.Prm 08/2020, perihal pengosongan Rusunawa NTB I tertanggal 7 April 2020. Gatot sendiri merupakan satu dari 65 kepala keluarga (KK), yang menempati rusunawa tersebut.

Mereka diberikan batas waktu mengosongkan rusunawa sampai Rabu hari ini. Bangunan rusunawa akan diisi ODP klaster Gowa. ”Mohon maaf kami menolak,” tekannya.

Spanduk penolakan terpasang di tembok rusunawa. Kemudian dipasang di akses-akses jalan keluar masuk Kelurahan Semayan.

Hal senada dikatakan tokoh pemuda Kelurahan Semayan Ristan. Dia mengatakan, mendukung langkah pemkab melakukan penanganan Virus Korona. Hanya saja, dinas terkait tidak menjalankan sosialisasi, atau pemberitahuan terlebih dahulu. Mereka tiba-tiba saja melayangkan surat dan tiba-tiba saja membuat kebijakan, dan keputusan.

”Itu tanpa melibatkan kami sebagai tokoh masyarakat atau pemuda, atau pemerintah kelurahan,” ujarnya.

Persoalan yang sama terjadi di Kecamatan Praya Tengah dan Kecamatan Praya Timur. Mereka menggelar aksi penolakan lokasi karantina di SMPN 2 Praya Timur.

Begitu pula warga di desa Mantang, Kecamatan Batukliang. Itu karena pemerintah ingin menggunakan SMPN 2 Batukliang. Termasuk warga Desa Kopang Rembiga dan desa-desa lain. ”Khusus klaster Gowa di tempat kami ada 12 orang,” sambung Camat Batukliang Suhartono, terpisah.

Mereka ada yang berstatus ODP, pasien dalam pengawasan (PDP), dan positif Korona. Mereka di karantina di eks kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Loteng. Kemudian Rumah Mutiara Indonesia (RMI) dan dalam perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya. (dss/r9)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks