alexametrics
Senin, 27 Juni 2022
Senin, 27 Juni 2022

Di Loteng, Kandang Sapi yang Terjangkit PMK Ditutup Sementara

PRAYA-Seluruh kandang-kandang sapi kelompok di desa-desa yang terjangkit virus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Lombok Tengah ditutup sementara. Penutupan itu berlaku sejak 7 Mei sampai batas waktu yang belum ditentukan.

“Tolong kerja samanya dan tolong diindahkan. Ini demi kebaikan kita bersama,” pesan Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Loteng Taufikurrahman Pua Note, Minggu (22/5).

Kandang sapi itu berada di Desa Sukarara, Desa Nyerot, Desa Barejulat, dan Desa Puyung di Kecamatan Jonggat. Kemudian Desa Sukaraja, di Kecamatan Praya Timur. Kemudian di Desa Banyu Urip, Kecamatan Praya Barat dan Desa Kelebuh, Kecamatan Praya Tengah.

Pantauan Lombok Post di kandang kelompok Tunas Urip di Dusun Pejongan Desa Kelebuh terlihat dua spanduk ukuran kecil bertuliskan kandang ini sementara ditutup. Isinya, ternak sapi tetap dalam kandang, orang dari luar kandang dilarang masuk dan jika ada ternak yang sakit segera hubungi dokter hewan, puskeswan atau petugas.

Baca Juga :  Cegah Penyebaran PMK, Hewan Ternak Dilarang Keluar Masuk Lombok

Selain itu tertulis juga jangan ada jual beli ternak sapi, jangan ada layanan inseminasi buatan (IB) dan pemeriksaan kebuntingan (PKB). “Lewat kesempatan ini juga kami berterima kasih pada pihak-pihak terkait yang ikut membantu,” ujar Arman.

Sementara itu, Dandim 1620/Loteng Letkol Inf I Putu Tangkas Wiratawan mengatakan, jajarannya ikut turun tangan membantu. Khususnya, para babinsa di desa-desa yang ditemukan ternak sapi terinfeksi PMK.

Diawali dari sosialisasi dan edukasi pada peternak dan warga. Kemudian memastikan sapi-sapi yang ada sehat dan bebas dari virus PMK.

“Saya minta libatkan pula bhabinkamtibmas setempat. Intinya TNI-Polri bergerak bersama,” pesannya.

Kendati demikian, kata Tangkas, desa-desa lain juga tetap melakukan langkah antisipasi dini dan deteksi dini. Seperti yang dijalankan Babinsa Desa Labulia Serda Abdullah dan Babinsa Desa Puyung Serka Muhadi.

Baca Juga :  Cegah Kerumunan, Lokasi Bau Nyale di Loteng Disebar di Lima Titik

Keduanya mengingatkan peternak sapi menjaga kebersihan kandang dan kebersihan sapi. Setelah itu, keduanya melakukan penyemprotan disinfektan. Harapannya, virus PMK tidak menyebar.

“Penyemprotan dilaksanakan secara berkala,” tandas Tangkas. Dimulai dari kandang dan peralatan. Selanjutnya, para babinsa akan melaksanakan penyemprotan secara meluas hingga ke rumah-rumah warga lingkar kandang.

Langkah itu, kata Tangkas sebagai antisipasi jangan sampai virus PMK menyebar ke hewan-hewan peliharaan warga. Baik ayam, burung, kambing, kerbau dan sapi. “Prinsipnya, kami siap hadir melindungi warga di mana pun, kapan pun dan dalam situasi apapun,” ujarnya. (dss/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/