alexametrics
Minggu, 12 Juli 2020
Minggu, 12 Juli 2020

16 Desa di Lombok Tengah Gelar Pilkades Akhir Tahun Ini

PRAYA-Pilkades serentak di 16 desa di Lombok Tengah diputuskan digelar akhir tahun ini. “Saya sudah perintahkan dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD) untuk mempersiapkannya,” terang Bupati HM Suhaili FT, Sabtu (20/6).

Bentuknya, berupa peraturan bupati (perbup) tentang pelaksanaan pilkades. Di sana, tertuang secara jelas dan rinci, jadwal, tahapan-tahapa, mekanisme pemilihan, mekanisme penerapan protokol kesehatan dan aturan teknis pilkades lainnya. “Itu yang saya minta disusun, dibuat dan disahkan,” ujar Suhaili.

Selain itu, pihaknya juga memerintahkan DPMD Loteng untuk menambah anggaran pilkades. Itu karena, jumlah tempat pemungutan suara (TPS) diperbanyak, setiap petugas wajib menggunakan alat pelindung diri (APD). Sedangkan masyarakat wajib menggunakan masker.

Dia menjelaskan khusus TPS, petugas wajib memperhatikan jarak duduk dan jarak berdiri para pemilih, lama duduk dan lama berdiri. Itu harus diatur sedemikian rupa, sehingga tidak terkesan menumpuk. Per TPS maksimal 250 orang pemilih, tidak boleh lebih dari itu. TPS yang digunakan, bukan dari terop atau lapangan umum, dan atau tempat terbuka.

Melainkan bangunan sekolah, gedung atau kantor pemerintahan. Dengan begitu, pintu keluar masuk dijaga ketat dan berlapis. Sebelum masuk, warga harus mencuci tangan menggunakan sabun dan memeriksa suhu tubuh. Setelah keluar, kembali mencuci tangan dan pulang ke rumah masing-masing. “Harapan kami, Pilkades kali ini berjalan lancar, aman dan damai,” sambung Ketua Komisi I DPRD Loteng Lalu Sunting Mentas, terpisah.

Dia berpesan, dinamika Pilkades serentak tahun 2018 lalu, harus dijadikan pelajaran berharga. “Jangan sampai terulang kembali,” tegasnya.

Untuk itu, segala persiapan teknis dan non teknis harus dimatangkan. Terutama aturan hukum. Jika terjadi sengketa atau masalah, maka harus mengacu pada aturan, atau musyawarah mufakat. “Jangan sampai terjadi aksi jalanan. Kendati demikian, aparat harus dipersiapkan,” harapnya. (dss/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mataram Aktifkan Jam Malam, Lampu Jalan Dipadamkan

Pemkot Mataram kembali menerapkan aturan jam malam. Warga dilarang berkumpul di ruang publik di atas jam 10 malam. ”Sudah kita berlakukan lagi mulai pertengahan minggu ini,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh.

Berpolitik Praktis Tiga PNS Mataram Dapat Sanksi

Tiga ASN/PNS Pemkot Mataram mendapat sanksi dari pejabat pembina kepegawaian (PPK). ”Sudah kita lakukan. Ada sekitar tiga dari enam orang yang pernah diklarifikasi Bawaslu,” kata Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito

Dewan Mataram Sorot Kualitas Makanan untuk Pasien Korona

Pansus pengawasan covid DPRD Kota Mataram mengkritisi penanganan pasien di Wisma Nusantara (Wisnu). ”Pas kunjungan ke sana, kita tanyakan beberapa hal. Salah satunya soal makanan,” kata Ketua Pansus Abdurrachman,

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks