alexametrics
Sabtu, 15 Agustus 2020
Sabtu, 15 Agustus 2020

Alokasi Pupuk Bersubsidi Berkurang, Pemerintah Klaim Aman

PRAYA-Alokasi pupuk bersubsidi di Lombok Tengah, mengalami pengurangan. “Kendati demikian kebutuhan pupuk petani aman,” ujar Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Loteng Lalu Iskandar, Kamis (23/1).

      Dia menjelaskan, pengurangan karena penyesuaian Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Untuk pupuk jenis urea, tahun lalu 24.911 ton, tahun ini 20.045 ton. Kemudian SP36 dari 7.287 ton menjadi 7.179,70 ton.

      Berikutnya jenis NPK dari 6.710 ton, menjadi 10.980 ton. ”Jenis ini saja yang naik,” kata Iskandar.

Dia berharap petani bisa menutupi kekurangan jenis pupuk yang lain, dengan menggunakan NPK. Kualitasnya diklaim sama.

      Sedangkan jenis ZA dan pupuk organik tidak ada perubahan. Masing-masing 3.367 ton dan 1.864 ton. ”Kebutuhan pupuk terbesar ada di wilayah selatan,” bebernya.

Daerah yang dimaksdu mencakup  Kecamatan Praya Barat, Praya Barat Daya, Pujut, Praya Tengah, Jonggat, dan Praya Timur. Itu karena faktor luas lahan. Kendati demikian, pihaknya membantah adanya kelangkaan pupuk bersubsidi. Dia bahkan menantang memeriksa langsung seluruh distributor dan pengecer di Loteng.

      Pernyataannya itu menanggapi Wakil Ketua DPRD Loteng HL Sarjana yang sebelumnya menyoroti kelangkaan. Dia siap memenuhi panggilan DPRD Loteng, menjelaskan secara rinci persoalan pupuk.

”Tolong Dispertan juga memfasilitasi kami mengumpulkan distributor dan pengecer,” tegas Wakil Ketua DPRD Loteng HL Sarjana, terpisah. Dia menekankan, dewan bukan mencari-cari kesalahan dinas. Apalagi berniat menjatuhkan, melainkan meluruskan persoalan yang terjadi.

Harapannya, ditemukan jalan keluar. Sehingga tidak terjadi lagi masalah serupa dikemudian hari. ”Tujuan kita sama-sama ingin melihat petani tersenyum. Itu saja,” pungkas wakil ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Loteng tersebut. (dss/r9)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Astra Motor Gelar Kompetisi untuk Siswa SMA Sederajat

“Pelaksanaan AHMBS tahun ini sudah memasuki penyelenggaraan ke-18 dengan mengusung tema "Satu Hati Menuju Indonesia Maju” ujar Kepala Wilayah Astra Motor NTB Budi Yanto.

Pandai Besi, Penyelamat Ekonomi Rarang saat Pandemi

EKONOMI Warga Desa Rarang, Kecamatan Terara, Lombok Timur tak meredup, meski pandemi Covid-19 masih berlangsung. Keberadaan pandai besi yang ditekuni warga setempat menjadi musababnya.

Desa Medana Buka Destinasi Wisata dengan Protokol Kesehatan Ketat

Dunia pariwisata memang lesu di tengah pandemi. Tapi tidak bagi Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Tiga destinasi wisata di desa ini justru berkibar. Ada jurus jitu membuka destinasi wisata meski pandemi tengah mendera.

51.200 Pekerja NTB Masuk Daftar Penerima Bantuan Tambahan Penghasilan

Perusahaan di NTB harus bertanggungjawab. Mereka harus memastikan pekerja dengan upah di bawah Rp 5 juta mendapatkan bantuan tambahan penghasilan dari pemerintah. Sebab, hingga kemarin, di NTB, belum semua pekerja masuk daftar penerima bantuan.

Waspada Bahaya Klaster Covid 19 Baru di Sekolah

BARU beberapa hari sekolah dibuka, muncul klaster baru. Ketegasan pemerintah diharapkan banyak pihak. Sayangnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melempar tanggungjawab ke pemerintah daerah.

Kantor Layanan Publik Harus Jadi Contoh Pencegahan Covid 19 di NTB

nstansi pelayanan publik, BUMN, dan BUMD harus menjadi contoh penerapan protokol pencegahan Covid-19. ”BUMN dan BUMD berperan penting dalam mendisiplinkan masyarakat melalui budaya kerja dengan protokol kesehatan,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, selaku ketua pelaksana harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, saat memimpin rapat pembahasan pencegahan Covid-19, Rabu (12/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bukan Bunuh Diri, Terungkap Mahasiswi Unram Dicekik Lalu Digantung

Misteri kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Linda Novitasari yang ditemukan meninggal di rumah BTN Royal Mataram, Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram pada Sabtu (25/7) lalu akhirnya terkuak.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.
Enable Notifications.    Ok No thanks