alexametrics
Senin, 27 Juni 2022
Senin, 27 Juni 2022

Sudah 904 Ekor Sapi Terjangkit, PMK di Loteng Kian Meluas

PRAYA-Penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi di Lombok Tengah semakin meluas. Data terakhir tercatat sebanyak 904 ekor sapi terjangkit dan tersebar di sembilan kecamatan. Dinas pertanian (dispertan) pun semakin memperketat penutupan sementara kandang kelompok dan pasar hewan.

“Sebelumnya tersebar di empat kecamatan di enam desa. Jumlahnya 608 ekor,” kata Kepala Dispertan Loteng Taufikurrahman Pua Note, Senin (23/5).

Hal itu disampaikannya usai kampanye dan sosialisasi perlindungan lahan berkelanjutan di D’Max Hotel di Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat. Saat ini, kata Arman, sapi-sapi yang terjangkit PMK tersebut berada di 25 desa di Kecamatan Batukliang, Kecamatan Jonggat, Kecamatan Praya Barat dan Kecamatan Praya Barat Daya.

Kemudian Kecamatan Pujut, Kecamatan Praya Timur, Kecamatan Janapria, Kecamatan Praya Tengah dan Kecamatan Kopang. “Sedangkan Kecamatan Batukliang Utara, Kecamatan Pringgarata dan Kecamatan Praya aman,” ujar Arman.

Baca Juga :  KEK MANDALIKA, Masih Kekurangan Lapak

Hanya saja, jika para peternak tidak mengindahkan kebijakan dan aturan pemerintah, maka tidak menutup kemungkinan ikut menyebar dan terjangkit PMK. Yakni dilarang melakukan jual beli ternak sapi, dilarang orang dari luar kandang masuk ke dalam kandang, dan dilarang melakukan layanan inseminasi buatan (IB), dan pemeriksaan kebuntingan (PKB).

“Yang paling penting itu, sapi-sapi tetap dalam kandang. Ingat ini baik-baik,” tegas Arman.

Dia menekankan, jika ada yang melanggar, maka yang rugi para peternak itu sendiri. Kendati demikian, pemerintah tetap bertanggung jawab.

Sementara itu, Bupati Loteng HL Pathul Bahri memerintahkan dispertan secara aktif, massif, dan simultan menekan penyebaran PMK. Jika ada yang terjangkit, maka sebaiknya peternak maupun warga segera melapornya ke dispertan, penyuluh atau dokter hewan. Sehingga dengan cepat diberikan tindakan.

Baca Juga :  Berkunjung ke Angkringan Heart Break, yang Patah Hati Langsung Move On

“Untuk stok obat-obatan sudah tercukupi, tidak kekurangan,” tandas Pathul, di tempat yang sama.

Dikatakan, dari laporan yang ada jumlah yang terjangkit PMK sebanding dengan jumlah yang sembuh. Sehingga tidak perlu dikhawatirkan.

Lebih lanjut, pihaknya menambahkan, terhadap kandang-kandang kelompok dan pasar hewan yang sudah ditutup atau diisolasi sementara, maka dipastikan bisa saja diperpanjang sampai batas waktu yang belum ditentukan. “Itu jika sebaran virus nya tetap ada dan meluas ke mana-mana,” tegasnya. (dss/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/