alexametrics
Kamis, 18 Agustus 2022
Kamis, 18 Agustus 2022

Loteng Tetap Tuan Rumah Paralayang Nasional, tapi Bukan di Pantai Torok

PRAYA-Pelaksanaan paralayang nasional di Lombok Tengah mulai dimatangkan. Lokasinya di Pantai Lancing, Desa Mekarsari, Kecamatan Praya Barat. Semulanya venuenya di Pantai Torok Aik Belek Desa Montong Ajan, Kecamatan Praya Barat Daya.

“Akan dilaksanakan 25-28 Agustus mendatang, dari rencana awal 18-20 Agustus,” kata Bupati Loteng HL Pathul Bahri di kantor bupati, Kamis (23/6).

Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan dari Paban II/Puanpotdirga Staf Potensi Dirgantara (Spotdirga) Mabes TNI AU Kolonel Pnb Agung Sasongkojati dan Danlanud Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Mataram Kolonel Pnb Kargono. Kendati ada perubahan tempat dan waktu, kata Pathul namun tidak mengurangi kesemarakan dari kegiatan tersebut. Apalagi, TNI AU akan mengundang para atlet paralayang dunia dari sejumlah negara.

Baca Juga :  Kodim 1620/Loteng Bantu Sosialisasi untuk Cegah Stunting

Sehingga, tidak saja dari atlet paralayang nasional, atau lokal NTB. “Paralayang ini bertajub pelangi nusantara 2022,” tandasnya.

Untuk itu, pihaknya memerintahkan seluruh asisten tetap berkoordinasi. “Ini kegiatan kita bersama. Jadi, harus sukses,” pesannya.

Bagi Pathul, pengalaman-pengalaman saat paralayang dunia dan nasional tahun-tahun sebelumnya harus dijadikan pelajaran. Tidak boleh ada kekurangan. Sehingga itulah pentingnya koordinasi. Dengan harapan, kekurangan yang ada bisa dengan cepat diatasi.

“Saya merasa bersyukur dan berterima kasih karena Pemkab Loteng luar biasa memberikan dukungan,” sambung Danlanud ZAM Mataram Kolonel Pnb Kargono, di tempat yang sama.

Sementara itu, Paban II/Puanpotdirga Staf Potensi Dirgantara (Spotdirga) Mabes TNI AU Kolonel Pnb Agung Sasongkojati mengatakan, kenapa Mabes AU memilih Loteng. Itu karena, Loteng semakin dikenal. Tidak saja di Indonesia, tapi dunia dengan adanya sirkuit Mandalika dan sukses menggelar MotoGP.

Baca Juga :  Warga Kopang Loteng Temukan Bayi Perempuan di Pos Ronda

“Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika menjadi magnet tersendiri,” sanjungnya.

Sehingga wajar event-event dunia digelar di Loteng. Salah satunya, paralayang. “Kalau bicara keindahan pantai dan bukit, Loteng tidak ada duanya,” sanjungnya lagi.

Atas dasar itulah, TNI AU berharap Loteng dapat dijadikan pusat paralayang. Tidak saja skala nasional, tapi dunia. (dss/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/