Selasa, 31 Januari 2023
Selasa, 31 Januari 2023

Ini Tantangan yang Dihadapi Pemkab Loteng Tekan Angka Kemiskinan

PRAYA-Ada fenomena memprihantinkan dalam penanganan kemiskinan di Lombok Tengah. Saat program bantuan sosial akan disalurkan, ada orang yang dianggap mampu justru ingin mendapatkan bantuan.

“Ini menjadi tantangan tersendiri. Jadi, seolah-olah mereka masuk kategori warga miskin,” tekan Plt Kepala Dinsos Loteng HL Wiraningsun pada Lombok Post, Selasa (24/1).

Walau demikian, pihaknya menegaskan tantangan tersebut bukan semata-mata menjadi tugas dan tanggung jawab dinsos. Melainkan, semua organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup pemkab. Terutama yang memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama dalam penanganan kemiskinan.

Khususnya lagi, aparatur pemerintah desa. Dari tingkat kepala desa (kades), kepala dusun (kadus) hingga Ketua RT. Mereka diharapkan bisa bekerja sama, berkolaborasi dan bersinergi. “Kemiskinan bersifat ekstrem juga perlu kita garap bersama,” ujarnya.

Baca Juga :  Perumahan Warga Terdampak Sirkuit Mandalika Bisa Ditempati Akhir Tahun

Angka kemiskinan di Gumi Tatas Tuhu Trasna pada tahun 2022 lalu mencapai 12,89 persen atau sebanyak 131.940 jiwa. Angka kini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2021 lalu sebesar 13,44 persen atau sebanyak 128.890 jiwa.

Sementara itu, Wakil Loteng Bupati HM Nursiah dalam berbagai kesempatan mengatakan, sasaran penanganan kemiskinan harus melalui pendekatan basis data terpadu (BDT) atau data tingkat kesejahteraan sosial (DTKS). Kemudian, penanganannya tidak bisa jalan sendiri-sendiri. Melainkan, dikeroyok bersama.

Menurut dia, jika semua komponen desa bersatu dan bergerak, maka persoalan kemiskinan di tingkat desa dipastikan selesai dengan cepat. “Termasuk semua komponen OPD terkait,” pungkas Nursiah. (dss/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks