alexametrics
Rabu, 4 Agustus 2021
Rabu, 4 Agustus 2021

Dugaan Penyalahgunaan Insentif Nakes, Plt Kadikes Loteng Diperiksa Kejari

PRAYA-Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah menyelidiki dugaan penyalahgunaan insentif tenaga kesehatan (nakes). Untuk itu, jaksa penyidik Kejari Loteng memeriksa Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Loteng Muzakir Langkir, Rabu (24/3). Selain itu, pria yang juga menjabat Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya itu juga diperiksa terkait dugaan penyalahgunaan anggaran pengolahan darah dan pengelolaan dana BPJS Kesehatan.

Pantauan Lombok Post, mantan Kepala Puskesmas Praya tersebut datang ke kantor kejari pukul 08.45 Wita. Begitu pukul 10.05 Wita, Langkir masuk ke ruang penyidik. Tepatnya di ruang Kasi Intel Kejari Loteng Catur Hidayat Putra.

Dia didampingi lima kepala puskesmas. Mereka diperiksa secara bergiliran oleh penyidik. Selama dua jam lebih, Langkir dimintai keterangan. Begitu pukul 12.20 Wita, Langkir meninggalkan ruangan pemeriksaan untuk salat Duhur dan makan siang.

Kemudian pukul 13.51 Wita dia kembali lagi. Langkir mengendarai mobil dinas Toyota Innova warna hitam. Dengan nomor polisi DR 1247 V. “Apa yang kami lakukan ini, karena ada laporan yang masuk sejak Januari lalu,” kata Kasi Intel Kejari Loteng Catur Hidayat Putra, kemarin (24/3).

Kata dia, laporan itu menyangkut indikasi penyalahgunaan anggaran di RSUD Praya. Informasi yang diserap Lombok Post, insentif nakes tidak diberikan tepat waktu dan tidak sesuai besaran. Bahkan sampai sekarang ada yang belum menerima sama sekali.

Di satu sisi, nakes bersangkutan tidak ada yang berani bersikap. Salah satunya, insentif jasa pelayanan (JP). Kini mereka hanya bisa bekerja memberikan pelayanan kesehatan di rumah sakit berpelat merah tersebut.

Selain itu, pemeriksaan juga berkaitan dengan persoalan anggaran pengolahan darah di unit transfusi darah (UTD). Ada juga soal dana BPJS Kesehatan.

Diduga proses pembayaran klaim BPJS Kesehatan ditunda-tunda, sehingga uang menguap di bank. Alhasil, uang yang dimaksud berbunga hingga berlipat-lipat.

Atas dasar itulah, Kejari Loteng bergerak. Mereka melayangkan panggilan. Hanya saja, dua kali panggilan Langkir tidak datang. Alasannya, karena kurang sehat.

“Sehingga hari ini (kemarin) menjadi panggilan ketiga dan dia datang,” tegas Catur.

Lebih lanjut, pihaknya berharap mereka yang merasa dipanggil sebaiknya kooperatif. Jika tidak, maka jaksa akan bersikap tegas dan keras.

Sementara itu, Direktur RSUD Praya Muzakir Langkir dengan langkah cepat, meninggalkan ruang penyidik. Dia tidak memperdulikan para awak media yang sudah lama menunggu. Langkir langsung mobil dinasnya. “Nanti dulu,” kilah Langkir sembari berjalan.

Disinggung kenapa dipanggil jaksa, Langkir enggan berkomentar terlalu banyak. “Saya hanya dimintai keterangan saja. Salah satunya, terkait insentif nakes,” pungkasnya. (dss/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks