alexametrics
Sabtu, 20 Agustus 2022
Sabtu, 20 Agustus 2022

Antisipasi Genangan Akibat Hujan, Ini yang Harus Disiapkan Petani Tembakau

PRAYA-Masalah yang menjadi penyebab rusaknya tanaman tembakau setiap tahunnya harus jadi pembelajaran bagi petani Lombok Tengah. Ke depan, sebaiknya lahan tanaman tembakau dibuatkan drainase atau area penampungan air. Tujuannya untuk mengantisipasi genangan air akibat hujan.

“Karena yang namanya cuaca, tidak bisa kita ketahui. Tiba-tiba panas dan tiba-tiba hujan,” ujar Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Loteng Taufikurrahman Pua Note pada Lombok Post, Jumat (24/6).

Seperti yang terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Pujut dan Kecamatan Praya Timur, beberapa hari lalu. Di mana, kata Arman, ribuan lahan tanaman tembakau yang baru berumur enam minggu mengalami kerusakan pada batang dan daun. Ada yang layu hingga membusuk akibat genangan air hujan.

Baca Juga :  Jual Pupuk di Atas HET, Pengecer dan Distributor Akan Disanksi

Kondisi seperti itu juga, pernah terjadi di tahun 2020 dan tahun 2021 lalu. Sayangnya, para petani tidak belajar dari peristiwa yang ada. “Kami dari dispertan dan perusahaan mitra pun sudah berkali-kali mengingatkan,” paparnya.

Isinya, membuat sistem drainase di lahan tanaman tembakau. Hanya saja, proses itu membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya besar. Butuh kesabaran, tapi yang terpenting tanaman tembakau aman.

Dalam perjalanannya, para petani kebanyakan angkat tangan. Sehingga mereka tetap menjakankan pola tanam tembakau seperti biasa. “Kita berharap tahun depan sudah tidak ada lagi,” pesannya.

Bagi Arman, kali ini mau tidak mau para petani tembakau harus mengindahkannya. “Jika tidak, maka siap-siap saja kembali merugi,” ujarnya.

Dia menilai, kalau bicara pengalaman, tidak perlu diragukan lagi. Karena, mereka sudah menggeluti tanaman tembakau sejak berpuluh-puluh tahun lamanya.

Baca Juga :  Suntik untuk Cegah PMK, Peternak Loteng Keluarkan Rp 50 Ribu Per Sapi

“Tapi, kami tetap perlu dibimbing, diarahkan dan dibantua,” sambung Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Landah, Kecamatan Praya Timur Ahmad Hamzan Alwatoni, terpisah.

Bantuan yang dimaksud, harap Hamzan bisa diambil dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). Di dalam dana itu ada hak petani tembakau. Tidak boleh disalahgunakan.

“Sampai kapan pun kami tetap dan terus mengawal,” tambah Ketua Himpunan Petani Tembakau Lombok (HIPTAL) Samsul Hakim.

Bagi Samsul, jika petani tembakau mengalami kerugian, maka pemerintah wajib hadir. “Mereka harus membantu mengurangi, bila perlu menghapus kerugian yang ada lewat DBHCHT. Tolong ini dijalankan,” tegasnya. (dss/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/