alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

Perjuangan Imran Mendirikan PAUD Ishlahuttaulidin di Loteng

APA yang dilakukan H Imran, penggagas dan pendiri lembaga pendidikan di Desa Persiapan Janggawana ini patut diacungi jempol. Lewat lembaganya itu, tidak ada lagi anak-anak usia dini yang tidak bersekolah.

Lahir di Janggawana 31 Desember 1976, Imran berhasil mendirikan pendidikan anak usia dini (PAUD) di desa nya. Namanya PAUD Ishlahuttaulidin. Keberadaannya mampu memotivasi para orang tua menyekolahkan anak-anaknya sejak dini.

Hanya saja, butuh proses panjang untuk menyadarkan mereka. Wajar saja, karena sejak di bawah Desa Saba hingga mekar menjadi Desa Persiapan Janggawana, Kecamatan Janapria, Lombok Tengah para orang tua tidak terlalu akrab dengan PAUD atau TK.

Yang mereka tahu, begitu umur anaknya tujuh tahun, maka baru disekolahkan di sekolah dasar (SD) atau madrasah. Tidak perlu lewat PAUD atau TK. Atas dasar itulah, Imran berinisiatif mendirikan PAUD. Butuh waktu empat tahun lamanya untuk membangun lembaga pendidikan tersebut. Itu karena, tidak semudah yang dibayangkan.

Baca Juga :  Kemendes PDTT Warning Pemdes, DD Bukan Hanya untuk Bangun Gapura!

Syaratnya cukup ketat dan menyulitkan. Namun, pria 46 tahun tersebut tidak pernah menyerah. Untuk mendirikan lembaga pendidikannya itu, ia diminta menyiapkan yayasan terlebih dahulu. Ia pun mendirikannya. Namanya Yayasan Babussala Ishlahul Ummah.

“Begitu semuanya berdiri, tidak lantas berjalan sesuai rencana,” ujar pria berjenggot tebal tersebut pada Lombok Post.

Itu karena, ia harus melakukan pendekatan khusus pada para orang tua. Mendatangi mereka satu per satu dari dari rumah ke rumah. Tujuannya, agar mereka memberikan kepercayaan anak-anaknya bersekolah di PAUD. Alhasil, ikhtiar yang dilakukannya itu ada yang menolak dan ada pula yang menerima.

Kendati demikian, Imran nekat membuka lembaga pendidikannya. Itu setelah, izin operasional terbit dengan nomor 0001/IO.PAUD/IV/2022/DPMPTSP tertanggal 7 April 2022.

Begitu dibuka pertama kalinya, sedikitnya 17 orang anak-anak mendaftar. Dalam perjalanan bertambah 10 orang hingga menjadi 27 orang dan sampai menembus angka 40 orang.

Baca Juga :  PAUD Pariwisata Desa Tetebatu, Sekolahnya di Dusun, Guru dari Luar Negeri

Rabu (22/6) lalu seluruh anak-anak didiknya itupun resmi di wisuda. “Saat ini, kami kembali membuka pendaftaran siswa baru,” papar suami dari Pilihati tersebut.

Anak-anak didiknya itu berasal dari empat dusun. Yakni Dusun Janggawana Utara Barat, Janggawana Utara Timur, Janggawana Selatan dan Janggawana Selatan Timur.

Bahkan, ada pula dari desa tetangga yakni Desa Jango hingga desa induk Desa Saba. “Saya bersyukur ikhtiar yang saya jalankan selama bertahun-tahun membuahkan hasil,” ujar Imran.

Atas kesuksesannya itulah, pemerintah kecamatan dan pemerintah desa ikut menyemarakkan acara perpisahan anak didiknya. Bagi yang bersekolah di tempat nya tersebut, tidak dipungut biaya sedikit pun, alias gratis. “Saya berharap, ke depan pemerintah membantu,” pungkas Imran. (dss/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/