alexametrics
Sabtu, 28 Mei 2022
Sabtu, 28 Mei 2022

Pemkab Loteng Tutup SMPN 7 Praya, Ini Penyebabnya!

PRAYA-Akibat jumlah anak didik yang terbatas, SMPN 7 Praya Lombok Tengah di wilayah Gelondong, Kelurahan Panjisari, Kecamatan Praya ditutup. Selanjutnya, lahan, bangunan hingga fasilitas pendukung lainnya dihibahkan ke Kementerian Agama (Kemenag) Loteng.

“Itu akan dimanfaatkan untuk MTsN 6 Loteng,” kata Kabid SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Loteng Lalu Rupawan Joni di kantor bupati, Selasa (25/1).

Dia menekankan, tahun ini juga sudah digunakan oleh MTsN. Keputusan penutupan operasional pendidikan di SMPN 7 Praya lantaran jumlah siswanya hanya 18 orang saja. Mulai dari kelas VII, kelas VIII dan kelas IX.

Tahun-tahun sebelumnya juga seperti itu. Hanya saja, disdik belum berani mengambil keputusan.

Itu karena, menunggu peluang apakah ada tambahan anak didik atau tidak. Apakah ada gerakan dari kepala sekolah dan para guru atau tidak, dan apakah ada respons warga sekitar sekolah atau tidak dan lain sebagainya. “Hasilnya, tidak ada pergerakan sama sekali,” bebernya.

Baca Juga :  Polsek Praya Tengah Babat Sejumlah Pohon yang Rawan Tumbang

Atas dasar itulah, disdik kemudian melakukan kajian dan penelaahan. Setelah itu, dilaporkan ke Bupati Loteng HL Pathul Bahri dan Wakil Bupati HM Nursiah.

Selanjutnya, bupati dan wakil bupati mengeluarkan keputusan. Sekaligus, membuat dokumen hibah pada Kemenag Loteng. “Sedangkan jumlah guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) kita ada empat orang dan ditambah satu pegawai TU,” papar Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) NU Loteng tersebut.

Selanjutnya, para guru-guru dan pegawai TU telah disebar ke sekolah-sekolah negeri yang ada. Sedangkan anak didik diberikan pilihan mau bersekolah di mana. Kemudian disdik memfasilitasi masuk ke sekolah yang diinginkan. “Tanpa syarat apapun,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Loteng H Ahmad Supli menilai pemerintah asal membangun sekolah. Tanpa memperhatikan pemetaan wilayah dan kondisi sosiologis wilayah. Seharusnya, lembaga pendidikan didirikan atas dasar kebutuhan, atau kemauan bersama. Bukan kepentingan semata.

Baca Juga :  Jelang MotoGP, Penumpang BIZAM Meningkat, Per Hari Rata-rata 18.500 Orang

“Ini tentunya menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan kedepannya. Jangan sampai ada lagi,” pungkas politis PKS Loteng tersebut. (dss/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/