alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Penerbangan di LIA Sisa Separo, Wagub Ingin NTB Perbanyak Event Seperti Bau Nyale

PRAYA-Frekuensi penerbangan dari dan menuju Lombok International Airport benar-benar dalam kondisi memprihatinkan. Memasuki awal 2019, jumlah penerbangan terus merosot. Saat ini, jumlah penerbangan pun hanya sisa separo dari situasi normal. Pun dengan jumlah penumpang. Anjlok.

Semenjak awal tahun, telah terjadi penurunan penumpang hingga 23 persen dibanding akhir tahun 2018. Baik penumpang kedatangan dan keberangkatan. Baik penerbangan domestik maupun penerbangan internasional.

                Saat ini, dalam sehari, hanya 2.500 penumpang yang datang dan berangkat di LIA. Jumlah yang sangat rendah. Mengingat dalam kondisi normal, jumlah penumpang bisa empat kali lipat.

                Pun juga dengan frekuensi penerbangan. Juga ikut anjlok. Kini, rata-rata hanya 40 kali penerbangan kedatangan dan keberangkatan sehari. Padahal, dalam keadaan normal, jumlahnya bisa mencapai 90 penerbangan sehari. Yang berarti, penerbangan hanya tersisa separo. Saat ini, kebanyakan maskapai memberlakukan kebijakan pembatalan penerbangan dari dan menuju sejumlah rute dari Lombok.

                General Manager (GM) PT Angkasa Pura I LIA Nugroho Jati kemarin (25/2) mengungkapkan, jumlah penumpang dan penerbangan yang anjlok, disebabkan karena memang terjadi penurunan penumpang yang drastis.

                Secra umum, memasuki awal tahun, destinasi wisata di Lombok memang memasuki musim sepi atau low season. Namun, jika berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, kondisinya tak separah sekarang.

Jati bahkan memperkirakan, musim sepi penumpang ini masih akan berlanjut hingga Maret mendatang.

“Mudah-mudahan, April atau Juni kondisi penerbangan kembali normal,” katanya berharap.

Selain itu, penyebab lain karena faktor kondisi cuaca, atau pascagempa. Dan tentu saja faktor kenaikan harga tiket dan bagasi berbayar yang diberlakukan maskapai di awal tahun 2019 ini.

                Harapan penerbangan akan melonjak diperkirakan akan mulai saat AirAsia telah memulai menjadikan Lombok sebagai hub atau stasiun penghubungnya. Rencana ini akan dimulai pada Juni 2019. Pada saat bersamaan, akan launching penerbangan Lombok-Perth dan sebaliknya yang dilayani AirAsia.

                Selain penerbangan internasional, AirAsia juga akan melayani penerbangan domestik dari Lombok dan menuju Jogjakarta dan sebaliknya. Juga penerbangan dari dan menuju Bali.

                Rencananya, penerbangan Lombok-Perth akan berlangsung empat kali sepekan. Sementara untuk Lombok-Jogjakarta, akan berlangsung tujuh kali sepekan. Sementara Lombok-Bali berlangsung 14 kali sepekan. Sementara pada saat yang sama, AirAsia juga akan menambah frekuensi penerbangan Lombok-Kuala Lumpur dan sebaliknya menjadi 14 kali sepekan, dari saat ini tujuh kali sepekan.

                Saat hub AirAsia ini sudah berjalan, Jati mengungkapkan, LIA akan beroperasi selama 24 jam. Sebab, penerbangan kedatangan terakhir akan berlangsung pada pukul 02.00 Wita dini hari.

                Jati menyebutkan, jika tak ada aral melintang, pekan depan, persetujuan dari Kementerian Perhubungan untuk operasional bandara selama 24 jam sudah akan turun.

                “Ini kabar baik di tengah penurunan penumpang dan penerbangan,” katanya.

                Dia yakin, penerbangan internasional yang dibuka oleh AirAsia akan memacu penerbangan lainnya untuk membuka penerbangan internasional lainnya.

Perbanyak Event

                Sementara itu, Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah menegaskan, kunci terus menaikkan jumlah penumpang pesawat ke Bumi Gora adalah dengan memperbanyak event. Dia memberi contoh, event Festival Bau Nyale yang berlangsung sukses, justru digelar pada saat musim low seasion.

                Didampingi Staf Ahli Bidang Kultural Kementerian Pariwisata Esti Reko Astuti dan Wakil Bupati Loteng HL Pathul Bahri, Rohmi yang menghadiri event Bau Nyale yakin, melalui event tradisi seperti Festival Bau Nyale, wisatawan dari berbagai daerah dan negara bisa datang ke NTB.

“Karena, tradisi ini tidak ada di tempat lain,” katanya.

                Terkait event ini, penegasan yang sama juga disampaikan Nugroho Jati. Dia mengungkapkan, memperbanyak event pariwista itu tak hanya menjadi kewajiban Pemprov NTB. Namun, juga menjadi kewajiban seluruh kabupaten/kota di NTB.

“Paling tidak, setiap kabupaten/kota di NTB memperbanyak event dan promosi,” tandas dia.

Tahun ini sendiri, ada empat event nasional di NTB yang sudah masuk dalam 100 kalender event Kementerian Pariwisata. Salah satunya event Festival Bau Nyale yang sudah berlangsung kemarin. Selanjutnya pada April, akan ada Festival Tambora yang berlangsung di Dompu. Lalu pada bulan Mei akan berlangsung event Pesona Khazanah Ramadhan. Terakhir pada September akan digelar Festival Moyo di Sumbawa.

Gubernur Lobi Tiket Murah

Sementara itu, tiket mahal maskapai penerbangan ini juga menjadi perhatian Gubernur NTB H Zulkieflimansyah. Lobi tiket murah itu pun dilakukan orang nomor satu di NTB ini hingga ke Malaysia.

Ini misalnya terjadi saat Gubernur Zul menggelar pertemuan dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia Rusdi Kirana di Kuala Lumpur, kemarin (25/2). Gubernur dan rombongan memang sedang menggelar kunjungan kerja ke Negeri Jiran tersebut.

Maka, dalam pertemuan dengan Dubes Rusdi yang juga merupakan owner maskapai penerbangan murah asal Indonesia, Lion Air dimanfaatkan Gubernur Zul. Ia meminta bantuan Rusdi agar memperbanyak frekuensi dan rute penerbangan Lion Group dari dan dan menuju Lombok. Sekaligus untuk menurunkan harga tiket.

“Harga tiket yang mahal ini jelas memukul upaya pariwisata NTB untuk bangkit dari keterpurukan pascagempa,” kata Gubernur.

Begitu juga dengan makin berkurangnya “direct flight” ke Lombok. Ia berharap Lion Group bisa membantu NTB dengan memperbanyak penerbangan langsung dari luar negeri atau dalam negeri ke Lombok.

Dubes Rusdi Kirana menjelaskan, melambungnya harga tiket menjadi persoalan baru di dunia transportasi udara. Menurutnya, butuh kerja sama yang baik antara maskapai dengan pemerintah daerah serta PT Angkasa Pura sebagai pengelola bandara-bandara di berbagai wilayah.

Rudi menjelaskan, maskapai Lion Group beroperasi 11 jam perhari sebagai salah satu strategi mengejar tiket murah. Tapi dengan 11 jam menyebabkan jadwal Lion sering tidak on time dan publik protes. Lion sering diomel karena telat atau delay terus. “Nah sekarang jadi 7 jam beroperasi, supaya bisa tepat waktu. Tapi konsekuensinya tiket nggak lagi bisa murah,” jelas Rusdi.

Untuk mengakomodir kebutuhan NTB, Rusdi menjelaskan perlunya subsidi atau insentif kebijakan dari Pemda setempat. Misalnya Pemda menyediakan lahan untuk dijadikan tempat parkir atau hanggar tambahan bagi pesawat sehingga mengurangi anggaran maskapai.

Gubernur Zul menyatakan, ia akan mempertimbangkan masukan dari owner Lion Group itu. Keberadaan bandara lama Selaparang di Mataram bisa digunakan sebagai hanggar atau lahan parkir pesawat. Itu bisa menjadi salah satu solusi alternatif untuk memberikan insentif kebijakan pada maskapai.

Diharapkan relasi simbiosis mutualisme bisa berdampak pada penurunan harga tiket dan memperbanyak frekuensi penerbangan dari dan ke Lombok, termasuk rute-rute direct flight.

Di sisi lain, kunjungan kerja Gubernur ke Malaysia juga terkait dengan kerja sama bidang pendidikan. Karena itu, dengan Dubes Rusdi, Gubernur Zul juga mendiskusikan program pengiriman 1.000 pelajar NTB ke luar negeri dalam setahun.

Gubernur Zul menjelaskan, pendidikan menjadi perhatian utama NTB saat ini. Setelah mengirimkan 46 mahasiswa S2 ke tiga universitas di Polandia Oktober 2018 dan Februari 2019, Pemprov juga ingin mengirimkan pelajar ke Malaysia.

“Kami ingin anak muda NTB punya pengalaman internasional sehingga kelak mereka bisa bersaing,” ujarnya.

Sebagai negara serumpun, kesamaan budaya Indonesia dan Malaysia dinilai akan mempermudah kerja sama bidang pendidikan itu. Fasilitas pendidikan seperti perpustakaan dan laboratorium juga lengkap di sejumlah kampus ternama di Malaysia.

Dubes Rusdi Kirana menyambut baik niat tersebut. KBRI di Malaysia akan menjembatani misi Pemprov NTB dengan kampus-kampus di Malaysia yang potensial menyediakan kuota beasiswa bagi mahasiswa dari luar Malaysia.

“Saya sangat gembira dan mendukung program beasiswa 1000 mahasiswa NTB ke luar negeri,” kata Dubes Rusdi.

Rusdi yang juga pendiri dan pemilik maskapai Lion Group itu menawarkan beasiswa pendidikan aviasi atau penerbangan. Setahun mendapatkan teori dan lanjut dua tahun kerja praktik di pusat perawatan pesawat dan fasitas penerbangan Lion Group di Batam.

“Sudah ada anak TKI yang berprestasi, kami sekolahkan model seperti itu hingga akhirnya jadi pilot,” ujar Rusdi. (dss/ili/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Tertular Korona di Luar Daerah, Bupati Lotim Sempat Drop

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menjadi kepala daerah pertama di NTB yang positif terinfeksi Covid-19. Pemimpin Gumi Patuh Karya dua periode tersebut menjalani uji usap (swab) pada Senin (21/9) di RSUD dr Raden Soedjono Selong.
Enable Notifications    Ok No thanks