alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Akses Air Bersih Masih Rendah, Loteng Akan Dibangungkan SPAM

        PRAYA-Akses air bersih warga Lombok Tengah, masih rendah. Angkanya, baru 80 persen. Kalau dibandingkan kabupaten/kota lain di NTB, jauh tertinggal. Karena, ada yang sampai 90 persen. Sehingga, pemerintah pusat akan membantu pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM).

        “Anggarannya, semua dari pusat. Loteng duduk manis saja,” cetus Anggota Komisi IV DPRD NTB H Ruslan Turmuzi, saat kunjungan kerja di kantor bupati, kemarin (25/3).

        Kalau sudah terwujud, Ruslan optimis tidak ada lagi warga Loteng, yang tidak menikmati air bersih.  “Lihat saja,” ujarnya, dihadapan Wakil Ketua DPRD NTB H Abdul Hadi, Sekda HM Nursiah, Direktur Utama PDAM Loteng Lalu Kitab, para anggota Komisi IV DPRD NTB lainnya dan para pejabat lingkup Pemkab.

        Senada dikatakan Anggota Komisi IV DPRD NTB Lalu Wireginawang. Ia menegaskan, mau tidak mau Pemkab Loteng harus menyiapkan infrastruktur dan fasilitas lengkap, dalam mensukseskan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Salah satunya, persoalan air bersih.

        “Kalau untuk KEK Mandalika, kami siapkan dari pipanisasi Tibu Lempanas di Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara,” sambung Direktur Utama PDAM Loteng Lalu Kitab.

        Hanya saja, keluh Kitab pipanisasi yang sudah terbangun, terputus akibat banjir dan longsor. Disatu sisi, PDAM tidak bisa berbuat banyak memperbaikinya. Itu karena, menjadi kewenangan pemerintah pusat, sebagai penyedia bantuan. “Selain itu, kami juga bekerja sama dengan ITDC, membangun penyulingan air bersih,” bebernya.

        Kalau masyarakat atau pelanggan umum, terangnya memanfaatkan sumber mata air lainnya. Salah satunya, pengelolaan air bersih di bendungan Batujai. Sementara, warga di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Teluk Awang, sedang dibangunkan alat penyulingan air bersih. Itu mencakup, pelayanan pelabuhan juga.

        “Berbicara pengelolaan di bendungan Batujai, air ditempat itu mulai menyusut,” sambung Plt Camat Praya Barat HL Muhammad Amin. Informasinya, lanjut Amin 25 juta meter kubik, menjadi 8 juta meter kubik saja.

        Yang terlupakan, tekan Asisten I Setda Loteng tersebut, bagaimana nasib warga di wilayah Selong Belanak. Karena, mereka juga membutuhkan akses air bersih. Apalagi, Selong Belanak mulai membangun. “Prinsipnya, kita mohon arahan, bimbingan dan bantuan Komisi IV DPRD NTB,” tambah Sekda Loteng HM Nursiah.(dss/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Polisi Pantau Kampanye Hitam di Pilwali Mataram

Pelaksanaan Pilkada di Kota Mataram mendapat atensi penuh pihak TNI-Polri. Polresta Mataram dan Kodim 1606 Lobar telah melakukan pemetaan potensi konflik dan mencegah secara dini beberapa konflik yang biasa terjadi pada masa Pilkada.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Pasangan Calon Harus Memberi Perhatian pada DPT

PESERTA pemilihan yaitu Pasangan Calon harus menunjukkan perhatian lebih pada seluruh tahapan yang ada, bukan hanya pada saat pendaftaran calon atau pada pemungutan suara saja. Salah satu tahapan yang sangat menentukan ialah tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih atau cukup disebut dengan penyusunan DPT.

Pendataan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Guru dan Mahasiswa Kacau

Hari pertama penyaluran bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen langsung berpolemik. Proses pendataan dan verifikasi nomor ponsel dinilai kacau.

Calon Kepala Daerah Wajib Jadi Influencer Protokol Kesehatan

DPR, pemerintah dan KPU telah memutuskan akan tetap melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember. Para calon kepala daerah (Cakada)  diminta menjadi influencer protokol kesehatan  agar pilkada tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks