alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Kabar Hoax Korona di Puskesmas Labuapi Tersebar, Dua Mahasiswi Ini Minta Maaf

PRAYA- Polisi mengungkap kasus tersebarnya berita bohong terkait kabar pasien korona di Puskesmas Labuapi, Lombok Barat. “Ada dua orang yang kami amankan,” beber Wakapolres Loteng Kompol Ketut Tamiana, dalam jumpa pers, Selasa (24/3).

Keduanya kakak dan adik FZ (inisial-red),  mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Mataram. Kemudian AN,  sedang praktik kuliah di Puskesmas Labuapi Lombok Barat. Mereka melakukan percakapan melalui grup WhatsApp. Isinya menyampaikan temuan pasien positif korona di Puskesmas Labuapi.

Percakapan itu, menyebar ke media sosial. Polres Loteng kemudian berkoordinasi dengan Polres Lobar. Hasilnya, tidak ditemukan informasi yang dimaksud di Puskesmas Labuapi. Atas dasar itulah, kepolisian bertindak cepat.

“Kami mengamankan mereka di rumahnya di Tampar-ampar Praya,” kata Tamiana, didampingi Kasatreskrim Polres Loteng AKP Priyo Suhartono.

Itu dengan barang bukti percakapan yang ada. Kepolisian mengamankan mereka 1×24 jam, guna dimintai keterangan dan melakukan pengembangan. Untuk sementara, mereka ditetapkan sebagai saksi. “Tolong ini menjadi pelajaran bagi kita semua,” seru mantan Kasatreskrim Polres Loteng tersebut.

Dia menambahkan, kasus ini harus menjadi pelajaran berharga bagi warga Gumi Tatas Tuhu Trasna dimanapun berada. Jangan sekali-kali menyebar berita-berita bohong. Kecuali sudah diketahui kebenarannya.

“Jika nekat, maka akan berurusan dengan hukum,” tambah Kasatreskrim Polres Loteng AKP Priyo Suhartono. Dia menekankan, kepolisian sampai sekarang, terus memantau dan mengawasi medsos yang ada.

Dalam kesempatan itu, FZ menyampaikan permohonan maaf nya. Dia bersama adik nya menyesali perbuatannya. Kendati demikian, mereka menjelaskan percakapan beredar tersebut  merupakan obrolan  di  WhatsApp saja. Ia mengaku tidak  menyebarkannya ke medsos. “Sekali lagi kami memohon maaf, karena menimbulkan keresahan,” tekannya menyesali apa yang telah terjadi.(dss/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Simulasi Pembukaan Sekolah di NTB, Kerumunan Siswa Masih Terjadi

”Kalau di dalam lingkungan sekolah, semuanya tertib, tetapi pada saat pulang, masih ada kita temukan (kerumunan) meski tidak terlalu banyak ya,” ujarnya.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks