alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Pemkab Loteng Atur Ulang, Satu Nelayan Satu Keramba Jaring Lobster

PRAYA-Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lombok Tengah dalam waktu dekat ini akan mengatur jumlah keramba jaring lobster. “Kita mulai dari perairan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Teluk Awang di Desa Mertak, Kecamatan Pujut,” ujar Kepala DKP Loteng Muhamad Kamrin, Kamis (25/6).

Dia menjelaskan, ke depan setiap nelayan hanya diberi izin satu keramba jaring saja. Tidak boleh lebih dari itu. Ukurannya juga harus sama, tidak boleh ada yang besar dan kecil. “Kalau ukuran standar biasanya menghasilkan 50-100 benih lobster per hari,” papar Kamrin.

Menurut Kamrin, dengan jumlah itu, nelayan bisa hidup sejahtera. Jadi, mau tidak mau, suka tidak suka nelayan wajib mematuhi ketentuan yang ada. Jika tidak, maka banyak yang dirugikan. Di antaranya, arus lalu lintas bongkar muat kapal di PPN Teluk Awang akan terganggu. “Begitu pula, pariwisata,” ujarnya.

Atas dasar itulah, pihaknya juga akan menerapkan sistem zonasi, sebagaimana petunjuk dan arahan bupati. Keramba jaring boleh dipasang di tempat-tempat di luar lalu lintas kapal. Jika ditemukan melanggar, maka keramba jaring langsung disita. Bila perlu dimusnahkan. “Pengaturan yang sama secara bertahap akan kita terapkan ditempat lain,” ujar Kamrin didampingi pelaku usaha lobster NTB Buntaran.

DKP berharap, nelayan membuat awik-awik. Itu untuk memperkuat aturan yang diterapkan pemerintah. “Kami merasa bersyukur dan berterima kasih, pemerintah peduli nelayan lobster,” sambung pelaku usaha lobster NTB Buntaran.

Itu setelah, diberlakukannya Permen KP Nomor 12 Tahun 2020. Kini, nelayan bisa tersenyum lebar. Cepat atau lambat, ekonomi mereka  pun pulih seperti dulu. “Dipastikan nelayan-nelayan kami juga siap diatur,” pungkasnya. (dss/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Akurasi Alat Rapid Test Buatan NTB Mampu Saingi Produk Impor

Indonesia akhirnya resmi melaunching alat rapid test inovasi dalam negeri. Diberi nama RI-GHA Covid-19, alat ini diklaim memiliki akurasi nyaris sempurna.

Menyoal Pengetahuan dalam Penanganan Covid-19 Menghadapi New Normal

KASUS covid-19 sudah lebih dari empat bulan berjalan sejak kasus pertama, tanda-tanda penurunan belum juga terlihat. Prediksi para ahli terancam gagal, usaha-usaha pemerintah melalui program stimulus ekonomi dan bantuan sosial lainnya belum mampu mengatasi dampak ekonomi dan sosial covid-19.

Cegah Korona, Pasar Burung Cakranegara Kekurangan Tempat Cuci Tangan

   Kalau protokol kesehatan sudah diberlakukan di hotel, restoran, pusat pertokoan dan perkantoran, tidak demikian dengan di pasar. Penerapan protokol kesehatan di pasar diakui Lurah Cakranegara Barat I Wayan Swira masih kedodoran

Anak Tak Lulus Zonasi, Orang Tua di Mataram Serbu Dikbud NTB

Protes keras dilayangkan ratusan orang tua calon siswa SMA di Mataram. Mereka mendatangi Dinas Dikbud NTB, meminta kepastian nasib anak mereka. ”Setiap tahun, jalur zonasi ini selalu bermasalah,” kata Suharman, salah satu orang tua, pada Lombok Post, Kamis (9/7/2020).

Pak Wali..!! Kelurahan Cakra Barat Butuh APD Segera

Kelurahan Cakranegara Barat, salah satu wilayah yang berstatus zona merah di Mataram. Tidak main-main. Sebanyak 27 warga kelurahan ini dipastikan positif terinfeksi Covid-19. Warga kelurahan ingin status wilayah tempat tinggalnya keluar dari zona merah. Mereka butuh bantuan pemerintah.

Penanganan Kasus Pernikahan Sejenis Dialihkan ke Polres Lobar

Kasus pernikahan sesama pria  SU alias Mita dengan MU menyeret pejabat yang mengeluarkan rekomendasi dan menerbitkan surat nikah. Yakni  Kepala Lingkungan (Kaling) Pejarakan, Lurah Pejarakan Karya, dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Ampenan

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks