alexametrics
Jumat, 18 September 2020
Jumat, 18 September 2020

Warga Tolak Pansel Pemerintah Desa Mertak Tombok

PRAYA-Sejumlah warga Desa Mertak Tombok, Kecamatan Praya mendatangi kantor desanya. Bukan untuk mengurus keperluan administrasi, namun menolak hasil panitia seleksi (pansel) penentuan sekretaris desa (sekdes). ”Kami menduga ada manipulasi,” tuding Suparman, salah seorang warga, kemarin.

      Menurutnya, yang laik menjadi sekdes adalah peraih nilai tertinggi. Mengacu pada tes administrasi, tes tulis, hingga tes wawancara. Faktanya, yang dipilih justru yang mendapatkan nilai terendah. Dia tak terima jika alasannya karena kewenangan ada pada kepala desa (kades). ”Terus apa artinya pansel,” kritiknya, di hadapan Kades Lalu Amrulloh, Ketua Pansel Abdul Warid, dan aparat keamanan.

      Asmani, salah satu calon sekdes menyesalkan kebijakan Kades. Dia yang mendapatkan nilai tertinggi. Namun, dalam perjalanannya, diminta mengisi posisi kaur perencanaan. ”Saya tolak, apa artinya saya mengikuti seleksi sekdes,” tegasnya.

      Dia meminta, segera dilakukan peninjauan ulang. Jika tidak, dia mengancam mengerahkan massa yang lebih besar. Tidak tutup kemungkinan, berujung pada gerakan menurunkan kades. Apalagi, dia menyindir program kerja yang dijanjikan tidak ada yang terealisasi.

Diantaranya keliling masjid setiap Jumat dan menghadiri acara syukuran dan zikiran masyarakat.

      ”Kami dari pansel, sudah menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Selebihnya, tanggung jawab kades,” sambung Ketua Pansel Abdul Warid atas kisruh yang terjadi.

      Pansel, kata dia tidak saja berlaku untuk calon sekdes. Tapi juga kaur dan staf desa. Jumlah yang mendaftar 24 orang. Begitu mengikuti seleksi administrasi berkurang menjadi 16 orang. Lalu, setelah mengikuti tes tulis tersisa 14 orang. Terakhir, tes wawancara kembali menjadi tujuh orang.

      Pansel kemudian menyerahkan tujuh nama. Satu diantaranya, calon sekdes yang memiliki nilai tertinggi. ”Tapi ada yang berubah, itu diluar kewenangan kami,” ujarnya.

      Menanggapi hal itu, Kades Lalu Amrulloh menegaskan, perubahan tersebut berdasarkan penilaian subjektifnya. Dia tidak mau rekan kerjanya tidak sejalan dengannya. Lalu, tidak mau saling mengisi dan menutupi kekurangan yang ada. ”Karena jabatan sekdes itu, saya ibaratkan seperti istrinya kades,” kata dia.

      Untuk itulah, pihaknya berharap kebijakan yang dikeluarkan dapat dimaklumi. Namun hingga kini, tidak ada titik temu. Kedua pihak, sama-sama ngotot dengan sikapnya masing-masing. (dss/r9)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pilwali Mataram, Polres Petakan 12 Potensi Kerawanan

Polresta Mataram memetakan 12 titik potensi kerawanan di Kota Mataram. “Sebenarnya ini kejadian (yang kami himpun) dulu dan pernah terjadi,” kata Wakasat Intelkam Polres Mataram, Ipda Gunarto, kemarin (17/8).

Pilkada Serentak NTB, Potensi Saling Jegal Masih Terbuka

Bawaslu NTB mengantisipasi potensi sengketa usai penetapan Pasangan Calon (Paslon) 23 September mendatang. Baik sengketa antara penyelenggara pemilu dengan peserta dan peserta dengan peserta.

Bukan Baihaqi, Isvie Akan Menangkan HARUM di Pilwali Mataram

Golkar dipastikan solid memenangkan setiap pasangan yang diusung. “Sebagai kader Golkar kita harus loyal (pada perintah pertai),” kata Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi NTB Hj Baiq Isvie Rupaeda.

Gubernur Ingatkan Jaga Kerukunan di Musim Pilkada!

”Partai boleh beda, calon boleh beda, tapi senyum kita harus senantiasa semanis mungkin dengan tetangga-tetangga kita," kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah saat menyapa umat Hindu di Pura Dalem Swasta Pranawa, Abian Tubuh, Kamis (17/9/2020).

Koreksi DTKS, Pemprov NTB Coret 215.627 Rumah Tangga

”Data ini dari hasil verifikasi dan validasi yang dilakukan kabupaten/kota,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) NTB H Ahsanul Khalik, Kamis (16/9/2020).

53 SPBU di NTB Sudah Go Digital

”Upaya ini untuk menjawab tantangan di era digital. Pertamina memantau distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) end to end process, yang akan memberikan layanan kepada pelanggan lebih aman, mudah dan cepat,” kata Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji, Kamis (17/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks