alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Kerajaan Dongeng Indonesia di SDIT Anak Soleh Praya

SDIT Anak Soleh Praya Lombok Tengah, kedatangan tamu istimewa Herman Husdiawan, kerajaan dongeng Indonesia. Mereka diajarkan pendidikan tanggap bencana, melalui dongeng.

Dedi SS – Praya

=============

“Awas ada runtuhan bangunan, pegang kepala masing-masing, ayo lari selamatkan diri!”. Demikian, sepenggal seruan  Herman Husdiawan, atau akrab disapa Kak Wawan, saat memberikan pendidikan tanggap bencana di SDIT Anak Soleh Praya. Pesertanya, dari siswa TKIT, SDIT dan SMPIT.

Para guru, kepala sekolah (Kasek) bahkan para orang tua, ikut memeriahkan sembari mengawasi anaknya masing-masing. Ternyata, cara seperti itu, anak-anak dengan cepat menangkap, mereka riang gembira. Sesekali, Kak Wawan menyampaikan dongeng, sesekali pula mengajak mereka mempraktikkannya. Isinya, cara menyikapi gempa, yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi.

Kemudian, bagaimana cara berteriak meminta pertolongan, lari ditempat yang aman. Lalu, tetap berdoa kepada Sang Maha Pencipta.  “Yang jelas, dongeng itu menyenangkan, mampu membangun mental anak-anak,” ujar Pembina Kerajaan Dongeng Indonesia NTB Kak Wawan.

Bisa dikatakan, selama aksi dongeng berlangsung, kebanyakan tawa dan canda. Yang tidak kalah pentingnya, kata Kak Wawan sekolah harus aman. Menurut pemerintah, sekolah aman itu ada tiga pilar yaitu, fasilitas harus aman, adanya menajemen bencana dan pendidikan pengurangan risiko bencana.

 Sekolah harus menyiapkan jalur-jalur evakuasi, sehingga dengan cepat dan mudah para siswa menyelematkan diri mereka masing-masing. Setiap enam bulan sekali, paling tidak sekolah juga menggelar simulasi tanggap bencana.

“Kami merespon positif kegiatan ini, luar biasa. Jadi, kedepan kami berkomitmen mengadakan simulasi,” cetus Kasek SDIT Anak Soleh Praya Fitriani.

Kegiatan yang dilaksanakan Kak Wawan sendiri, menyasar beberapa sekolah di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Sudah berlangsung, satu bulan lamanya. Dalam pelaksanaannya, antusiasme tidak saja datang dari lembaga pendidikan. Tapi, masyarakat pada umumnya yang ikut menyaksikan dan mendengarkan aksi Kak Wawan.

Inilah, ungkap Kak Wawan program pendidikan dan kemanusiaan, melalui yayasan sahabat anak dan orang tua. “Anak Indonesia tangkap bencana, cinta sesama,” lanjutnya.

Bagi Kak Wawan, besar harapan kegiatan yang dilaksanakannya itu, dapat mengurangi risiko bencana alam. Namun, warga dimana pun berada di NTB, tetap lah berdoa, semoga tidak terjadi apa-apa. “Kami berharap, pihak-pihak terkait ikut mendukung dan mensukseskan ikhtiar kami ini,” ujar Kak Wawan.(*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Desa Pesanggrahan Lotim, Tangguh Berkat Kawasan Rumah Pangan Lestari

Desa Pesanggrahan terpilih menjadi Kampung Sehat terbaik di Kecamatan Montong Gading. Desa ini punya Tim Gerak Cepat Pemantau Covid-19 yang sigap. Ekonomi masyarakat juga tetap terjaga meski pandemi melanda.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks