alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Ponpes Harus Bisa Berwirausaha

PRAYA-Pondok Pesantren (Ponpes) dimana pun berada di Lombok Tengah, diharapkan mampu menghidupi yayasannya sendiri. Caranya, menjadi entrepreneur atau berwirausaha. Baik yang dikelola kalangan santri, para guru, pemilik yayasan bahkan bisa melibatkan warga sekitar Ponpes bersangkutan.

“Entrepreneur yang kita harapkan, berbasis teknologi informasi,” saran inisiator santri preneur Indonesia KH Ahmad Sugeng Utomo, di Ponpes Sirajul Huda Desa Durian, Kecamatan Janapria, kemarin (26/2).

Untuk mewujudkannya, kata KH Ahmad Kementerian Komunikasi dan Informatika, melalui Badan Aksebilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti), siap membantu. Baik menyangkut, sumber daya manusia hingga fasilitas telekomunikasi. Sekarang, tinggal mau dan siap, atau tidak. Karena bisa dikatakan, setiap santri pasti memegang telepon genggam.

Teknologi yang satu itu, terangnya kenapa tidak dimanfaatkan untuk menghasilkan uang. Dengan cara, membuka belanja online. “Kami tunggu,” cetusnya, dihadapan Asisten II Setda Loteng H Nasrun, Ketua Yayasan Ponpes Sirajul Huda Ustad H Abdulloh, para tuan guru dan santri.

Sementara itu, Ketua Yayasan Ponpes Sirajul Huda Ustad H Abdulloh merasa bersyukur dan berterima kasih, karena yayasannya ditunjuk sebagai pelaksana pendidikan dan pelatihan entrepreneur berbasis teknologi informasi.        Kedepan, mau tidak mau, kalangan santri pasti menghadapi era digital. Tinggal bagaimana menyikapinya, dengan baik dan benar.

“Ingat, kalau kita tidak mengikuti perkembangan teknologi informasi, maka kita akan tertinggal,” sambung Asisten II Setda Loteng H Nasrun.

Bagi yang mau maju dan sukses, saran Nasrun jangan sampai ada yang gagap teknologi. Namun, harus dibarengi dengan memfilter setiap informasi yang ada. Karena, di era digital ini, tidak semua benar, ada saja yang berita bohong. “Seperti itu,” cetusnya.(dss/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Proyek Pembangunan Dermaga Senggigi Tak Jelas

Dermaga Senggigi berpotensi mangkrak lebih lama. Meski Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat (Lobar) tetap mengupayakan kelanjutan pembangunannya. ”Mau tidak mau harus kita lanjutkan. Itu kewajiban kita,” kata Kadishub Lobar HM Najib.

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks