alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Loteng Susun Perda Perlindungan Mata Air

PRAYA-Sebanyak 50 Anggota DPRD Lombok Tengah, sepakat menyusun payung hukum tentang perlindungan mata air. Tujuannya, untuk memberikan kepastikan suber air bersih berkelanjutan bagi warga Loteng.

        “Ini merupakan, Peraturan Daerah (Perda) inisiatif dewan,” ujar Anggota Komisi IV DPRD Loteng Didik Ariesta pada Lombok Post, kemarin (26/3).

        Prosesnya, diakui Didik sudah berjalan, tinggal dibawa ke rapat paripurna saja. Langkah itu, jauh-jauh hari disiapkan, sebelum Komisi IV DPRD NTB datang mencari tahu kondisi air bersih di Loteng. Sehingga, pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM), dipastikan berjalan lancar.

        Itu, tekannya berbicara jangka pendek. Kalau jangka panjangnya, sumber mata air tidak boleh habis, bagaimana pun caranya. Warga lingkar hutan, disejumlah desa di Kecamatan Batukliang, Batukliang Utara, Pringgarata dan Kecamatan Kopang berkewajiban mematuhi aturan yang ada.

        Dengan cara, pesan Didik menjaga kelestarian hutan, tidak boleh menebang pohon sembarangan. “Kita menyadari, setiap tahun sumber mata air di daerah kita tercinta ini, berkurang,” keluhnya.

        Persoalan lain, tambah politisi PBB tersebut, pembangunan semakin pesat. Atas dasar itulah, payung hukum itu dibuat. Dengan harapan, Pemkab ikut mengintervensi. Baik dari sisi anggaran, pemberdayaan ekonomi kerakyataan, hingga pembatasan pembangunan fisik.

        “Pascagempa ini, kami temukan sumber-sumber mata air menghilang,” keluh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng H Muhamad, terpisah.

        Kendati demikian, harap Muhamad mudah-mudahan muncul sumber mata air baru. Kuncinya, tetap menjaga kondisi hutan tetap rindang. “Itu saja,” cetus mantan Kabag Aset Setda Loteng tersebut.(dss/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks