alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Penyaluran Raskin di Loteng Tertunda

PRAYA-Validasi data kemiskinan di Lombok Tengah, secara resmi diserahkan ke aparatur pemerintah desa/kelurahan. Dasarnya, melalui musyawarah desa (Musdes) dan musyawarah kelurahan (Muskel). Hasilnya, diserahkan ke Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

“Itu melalui kita dulu, setelah itu kita yang sampaikan ke TPN2K,” ujar Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Loteng Baiq Sri Hastuti Handayani, kemarin (26/3).

Data yang diambil dari akar rumput tersebut, terangnya dijadikan basis data terpadu, menjadi acuan pembagian beras sejahtera (Rastra/Raskin) periode berikutnya. Ada 76 variabel yang dinyatakan miskin, pemerintah desa/kelurahan yang bertugas pun, sudah mengetahuinya. “Jadi, kita tunggu saja,” ujar Sri.

Batas waktu yang diberikan, tekannya akhir bulan ini juga. Begitu terkumpul, maka Pemkab menerbitkan Surat Keputusan (SK). Untuk itu, selama proses validasi, program Rastra tertunda. Itu sebagaimana permintaan para kepala desa (Kades) dan lurah.

Tujuannya, tambah Sri agar program Rastra tidak dibagi secara merata. Karena, yang berhak menerima hanya warga miskin saja, tidak boleh warga kaya. Jumlahnya, harus sesuai dan tepat tempat. “Dari pada kami yang menjadi sasaran masalah. Lebih baik, data klir dulu,” sambung Ketua Forum Kepala Desa (FKD) Loteng Sahim, terpisah.

Dari hasil koordinasi, beber Sahim proses validasi masih berjalan. Dipastikan, April mendatang penyaluran Rastra bisa terealisasi. Dengan cara, dirapel. Warga di setiap desa, memakluminya. “Itu setelah, kami menyampaikan sosialisasi,” ujar Kades Nyerot, Kecamatan Jonggat tersebut.(dss/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks