Kamis, 8 Juni 2023
Kamis, 8 Juni 2023

Tekan Inflasi, Tim Satgas Pangan Loteng Turun ke Sejumlah Pasar

PRAYA-Selama Ramadan, masyarakat diingatkan untuk tidak berlebihan dalam menyajikan menu berbuka puasa maupun sahur. “Terpenting sederhana saja saat berbuka puasa ataupun sahur, tidak bermewah-mewahan atau berlebihan,” pesan Wakil Bupati Loteng Nursiah, Minggu (26/3).

Wabup menegaskan, tim satgas pangan akan turun melihat kondisi harga bahan pokok (bapok) di pasaran. Guna memastikan harga-harga masih terjangkau di masyarakat dan ketersediaan barang tidak mengalami kelangkaan. Sehingga dinas-dinas terkait memiliki kewajiban berkoordinasi dengan Pemprov NTB.

“Biasa di bulan Ramadan, hingga lebaran nanti harga-harga kebutuhan (bapok) mengalami kenaikan,” katanya.

Selain itu, wabup berharap masyarakat tidak berlebihan dalam berbelanja apalagi sampai melakukan aksi borong sembako. Hal ini bisa berdampak pada kurangnya suplai sementara demand terus bertambah. “Seperlunya saja,” imbuhnya.

Baca Juga :  Kemeriahan Festival Bersin Puasa di Wisata Pantai Pondok Kerakat Lotim

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Loteng Suhartono mengatakan, Pemkab Loteng berupaya menekan laju inflasi dengan menekan harga sejumlah kebutuhan bahan pokok yang mengalami kenaikan selama bulan Ramadan. Serta memastikan ketersediaan barang ada di tengah-tengah masyarakat.

“Kita sudah komunikasikan dengan Dinas Perdagangan NTB dan Bulog untuk bersama-sama lakukan operasi pasar,” ucapnya.

Ia mencontohkan, komoditas beras biasanya menjadi penyumbang inflasi di Loteng. Kenaikan harga terjadi karena ketersediaan kurang akibat belum adanya panen raya.

Namun sebulan terakhir ini, sebagian besar petani sudah memanen padi. Sehingga ketersediaan beras yang banyak membuat harga beras berangsur-angsur menurun. “Semula naik hingga Rp 13 ribu per Kilogram (Kg) kini sudah menjadi Rp 11-12 ribu per Kg,” imbuhnya.

Baca Juga :  Buka Puasa Bersama Dilarang, Pengusaha Kuliner Dirugikan

Selain operasi pasar, sambung Suhartono, pihaknya juga akan melakukan bazar Ramadan untuk menekan laju inflasi dengan menyediakan komoditas penyumbang inflasi yang harganya terjangkau. “Kita akan gelar nanti pada 10-15 Ramadan 1444 H,” jelasnya.

Dalam bazar nantinya, kata Suhartono, pihaknya akan menghadirkan minyak goreng curah subsidi merek MinyaKita yang sempat hilang di pasaran. Akibat tersendatnya pendistribusian ke Loteng. “Stok MinyaKita sekarang ada di pasaran, meski jumlahnya belum sesuai dengan kuota permintaan, hanya 50 persen di pasar. Yang jelas sudah ada,” tandasnya. (ewi/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Subscribe for notification