alexametrics
Minggu, 19 September 2021
Minggu, 19 September 2021

Firman Dilantik Jadi Sekda Loteng, Ini Tugas Pertamanya dari Bupati

PRAYA-Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Tengah yang lama kosong akhirnya terisi. Mantan Kepala Dinas PUPR Loteng Lalu Firman Wijaya dipercaya menakhodai ASN Gumi Tatas Tuhu Trasna. Dia diminta langsung tancap gas menjalankan program kerja baik fisik maupun non fisik.

“Salah satunya, tolong segera lakukan pendataan pegawai secara ril, berapa dan di mana,” pesan Bupati Loteng HL Pathul Bahri usai melantik Sekda Loteng dan tiga pejabat eselon dua lainnya di kantor bupati, Senin (26/7).

Dikatakan, tujuan pendataan apakah pegawai yang dimaksud aktif atau tidak. Kemudian bermasalah hukum atau tidak dan lain sebagainya harus diketahui. “Ini sangat penting sebagai jenjang karir mereka,” ujar Pathul dihadapan Wakil Bupati Loteng HM Nursiah, pejabat Forkopimda dan pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup pemkab dan pemerintah kecamatan.

Selain itu, pihaknya juga meminta sekda menempati rumah dinas. Tidak boleh di tempat lain. Karena fungsi rumah dinas itu untuk memudahkan atau mempercepat koordinasi. Apalagi, sewaktu-waktu sekda wajib hadir dalam setiap rapat-rapat, atau dalam penanganan masalah sosial masyarakat.

Dalam kesempatan itu, bupati juga melantik tiga pejabat eselon II. Yakni Asisten I Setda Loteng yang diisi oleh HL Wiraningsun. Sebelumnya dia menjabat sebagai Camat Batukliang Utara.

Kemudian Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng H Ridwan Makruf. Sebelumnya dia menjabat sebagai Kabag Kesra Setda Loteng.

Terakhir Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Loteng H Lendek Jayadi yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Disbudpar Loteng. “Untuk posisi kepala OPD yang masih kosong segera kita isi,” tandas Pathul.

Dijelaskan, prosesnya membutuhkan waktu lama. Karena dibutuhkan kehati-hatian. Yang cakap dan mumpuni, itulah yang akan mendapatkan amanah sebagai pejabat. Bukan atas dasar kedekatan kekeluargaan, kepentingan politik, kepentingan pribadi atau kepentingan kelompok tertentu.

“Itu akan diketahui lewat panitia seleksi (pansel). Ada dua tugas pokok sekda yang harus dijalankan dengan baik dan benar,” tambah Wakil Bupati Loteng HM Nursiah di tempat yang sama.

Kata dia, pertama menyangkut urusan kebijakan dan urusan koordinasi seluruh OPD. Sekda tidak boleh jalan sendiri dan harus mampu membantu bupati dan wakil bupati dalam mengendalikan program. Sehingga berjalan sesuai target dan dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

“Yang pasti, tugas sekda sangat berat. Saya berpesan bekerja lah sesuai aturan yang ada,” ujar Nursiah yang juga mantan sekda Loteng tersebut.

Sementara itu, Sekda Loteng Lalu Firman Wijaya memastikan langsung beradaptasi dengan posisinya. Tugas pertamanya yakni, penanganan pandemi Covid-19. “Mohon doa dan dukungan semua,” pungkasnya. (dss/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks