alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Anak Pidanakan Ibu Kandung, Polres Loteng : Laporan Kami Tolak!

PRAYA-Satreskrim Polres Lombok Tengah, menolak  laporan MH (inisial-red) warga Desa Ranggagata, Kecamatan Praya Barat Daya. “Itu karena, mau melaporkan ibu kandung nya sendiri inisial KS,” kata Kasatreskrim Polres Loteng AKP Priyo Suhartono pada Lombok Post, Minggu (28/6).

Prio menyarankan persoalan seperti ini semestinya tak harus diselesaikan ke polisi. namun ditangani secara kekeluargaan. Terlebih orang yang hendak dipidanakan adalah ibu kandung sendiri.

“Penyebabnya, karena harta warisan yang di tinggal meninggal dunia bapak nya,” paparnya.

Bentuknya tanah, kemudian dijual keluarga seharga Rp 200 juta. Selanjutnya, keluarga membagi-bagi uang yang dimaksud. Sang ibu menerima Rp 15 juta. Uang itu digunakan untuk membeli sepeda motor. Lalu, digunakan oleh anak-anaknya yang lain.

Potret semacam itu, membuat MH keberatan. Sehingga melaporkannya ke Satreskrim Polres Loteng, atas tuduhan penggelapan dan pencurian sepeda motor. “Seperti itu ceritanya,” ujar Priyo.

Dia menceritakan, mereka datang melapor, Sabtu (27/6). Satreskrim kemudian memanggil seluruh keluarga, guna dilakukan mediasi. Awalnya, sang anak ngotot ingin menyeret ibu kandung nya. Namun, pihaknya berinisiatif siap membayar motor tersebut. Lalu, menyerahkan uang nya ke bersangkutan.

“Intinya, laporan kami tolak,” tegasnya.

Untuk itulah, pihaknya memerintahkan seluruh anggota, tidak boleh menindaklanjuti laporan tersebut. “Kami berharap, ini menjadi pelajaran bagi kita semua,” sambung Paur Humas Polres Loteng Aipda Ahmad Taufik, terpisah.

Dia berpesan, jika ada masalah keluarga seperti itu, sebaiknya diselesaikan secara internal. Apalagi, menyangkut ibu dan anak, atau bapak dan anak. Kecuali menyangkut kriminalitas. Misalnya, pembunuhan, pemerkosaan atau pencurian, maka lain ceritanya. Kepolisian siap menindaklanjuti dan menindaktegas.(dss)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Polres KSB Launching Transportasi Sehat

Polres Sumbawa Barat punya terobosan lain dalam mensukseskan Lomba Kampung Sehat

Kampus Belum Boleh Buka, Mahasiswa Belajar dari Rumah

Kemenag tidak tergesa-gesa mengizinkan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) membuka kuliah tatap muka. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Arskal Salim mengatakan kuliah tatap muka baru diizinkan saat semester genap tahun akademik 2020-2021 nanti.

Pecah Rekor, Sehari Penularan Korona Capai 2.567 Kasus

KASUS positif infeksi Covid-19 lagi-lagi mencetak rekor terbaru dengan pernambahan 2.567 orang pada periode 8 hingga 9 Juli 2020. Jumlah ini lebih dari 2 kali lipat rata-rata pertumbuhan kasus seribu orang per hari dalam dua minggu terakhir.

Akurasi Alat Rapid Test Buatan NTB Mampu Saingi Produk Impor

Indonesia akhirnya resmi melaunching alat rapid test inovasi dalam negeri. Diberi nama RI-GHA Covid-19, alat ini diklaim memiliki akurasi nyaris sempurna.

Menyoal Pengetahuan dalam Penanganan Covid-19 Menghadapi New Normal

KASUS covid-19 sudah lebih dari empat bulan berjalan sejak kasus pertama, tanda-tanda penurunan belum juga terlihat. Prediksi para ahli terancam gagal, usaha-usaha pemerintah melalui program stimulus ekonomi dan bantuan sosial lainnya belum mampu mengatasi dampak ekonomi dan sosial covid-19.

Cegah Korona, Pasar Burung Cakranegara Kekurangan Tempat Cuci Tangan

   Kalau protokol kesehatan sudah diberlakukan di hotel, restoran, pusat pertokoan dan perkantoran, tidak demikian dengan di pasar. Penerapan protokol kesehatan di pasar diakui Lurah Cakranegara Barat I Wayan Swira masih kedodoran

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks