alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Masih Banyak Pengusaha di Lombok Tengah Tak Patuhi Protokol Covid 19

PRAYA-Sejumlah pusat perbelanjaan, hotel, hingga kafe di Lombok Tengah disisir oleh anggota Polres Loteng. “Kami ingin tahu, apakah mereka menerapkan protokol kesehatan atau tidak,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng IPTU Hizkia Siagian, Jumat (26/6) alau.

Hasilnya, sebagian besar belum menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19. Pemilik usaha, masih ada yang tidak menyiapkan tempat mencuci tangan, atau hand sanitizer dan tidak membuat pengaturan jarak berdiri atau jarak antrean. Selain itu pengunjung, rata-rata tidak menggunakan masker. “Tahap awal, kami sebatas menegur saja,” ujar Siagian.

Tahap selanjutnya, pihaknya akan menutup paksa usaha yang tidak menerapkan protokol kesehatan. Itu sebagaimana perintah Bupati Loteng HM Suhaili FT. Isinya aparat diminta menyegel, memasang gembok atau police line.

Langkah itu dilakukan, atas dasar kesepakatan bersama Pemkab Loteng, TNI/Polri, Kejaksaan Negeri (Kejari) Loteng dan tim gugus tugas covid-19. Itu untuk mempersiapkan pola hidup baru atau new normal. “Tim yang bergerak, kami bagi menjadi dua,” tambah KBO Satnarkoba Loteng IPTU Bambang, terpisah.

Tim satu, menyisir pusat-pusat perbelanjaan di wilayah Praya. Tim dua, hotel-hotel dan kafe di wilayah Kuta. Dalam waktu dekat, tim kembali menyisir wilayah lain di Loteng. “Kami melihat, masih ada orang tua yang membawa anak-anaknya juga. Parahnya, tidak memakai masker,” sesalnya.

Padahal, anak-anak rentan sekali tertular covid-19. Seharusnya, mereka di rumah saja, tidak perlu ikut berbelanja. Kendati demikian, pihaknya telah mengingatkan pemilik usaha untuk melakukan hal yang sama. “Mereka harus ikut menegur. Intinya, anak-anak dan yang lansia jangan ke mana-mana,” tegasnya.

Sementara itu, Dandim 1620/Loteng Letkol CZI Prastiwanto menilai, jalan satu-satunya mengakhiri covid-19 ini adalah, bagaimana masyarakat mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan. “Tidak boleh tidak. Seperti pelaksanaan salat Jumat hari ini (kemarin),” ujarnya di Masjid Pancasila Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya.

Dia melihat, masih ada beberapa jamaah, yang tidak menggunakan masker. Padahal, sudah berkali-kali diingatkan. Kendati demikian, tim gugus tugas covid-19 masih memberikan kelonggaran. Yang tidak menggunakan masker, disiapkan masker gratis. Itu diberikan di pintu gerbang masjid.

“Mohon untuk Jumat mendatang, jangan lupa membawa kantong plastik juga, sajadah dan wudu di rumah. Jangan di masjid,” seru Prastiwanto. (dss/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks