alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Kampung Sehat Bikin Sejahtera di Dusun Ngembur, Jurang Jaler Praya

Warga Dusun Ngembur, Desa Jurang Jaler, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah ini, patut jadi contoh. Warga dusun ini menjadi bukti, petani dan peternak tradisional pun bisa sejahtera asal mereka tekun berusaha.

————————————————

 

NYARIS tiada yang sia-sia di Dusun Ngembur. Semua dimanfaatkan agar memiliki nilai tambah. Lahan pertanian sih sudah pasti. Ditanam dua kali setahun. Habis tanaman padi, ditanam palawija. Atau menanam tembakau. Jadi, warga tak pernah kekurangan pangan.

Lalu, warga juga memelihara ternak. Dipelihara di kandang kumpul. Kotoran ternak, tak dibuang. Tapi diolah jadi pupuk organik. Dipakai sendiri oleh warga. Jika ada kelebihan dijual. Pekarangan pun tak dibiarkan nganggur. Dimanfaatkan untuk tanaman hidroponik.

Maka, jadilah halaman rumah warga di sana benar-benar asri. Ada cabai, tomat, pepaya, pisang, tanaman obat-obatan, dan tanaman buah-buahan lain. Saat panen, kalau ada lebihnya, mereka menjualnya ke pasar. Itu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kelebihan tanaman itu semua, tumbuh tanpa menggunakan pupuk kimia sedikit pun.

“Kami memakai pupuk organik dari hasil fermentasi,” cerita tokoh masyarakat Dusun Ngembur Amaq Anjar pada Lombok Post, Sabtu (25/7). Pupuk diproses dari kotoran sapi, jerami, dan sisa-sisa pakan sapi. Kemudian sampah-sampah rumah tangga.

Pupuk tersebut diolah di satu tempat, di halaman kandang komunal kelompok tani ternak. Namanya, “Ingin Maju”. Didirikan pada 10 Oktober 2010 lalu. Terdapat 30 ekor sapi di tempat itu. Dikelola 15 kepala keluarga. Semua sapi betina. Sebagian ada milik pribadi dan ada pula bantuan pemerintah.

Khusus bantuan pemerintah, sistem budidayanya bergiliran. Begitu sapi beranak, maka anaknya dikembangkan oleh kepala keluarga yang memelihara pertama. Sapi indukan kemudian dialihkan ke kepala keluarga yang lain, guna menunggu beranak lagi. Begitu seterusnya. Kalau sudah tidak produktif, maka sapi dijual. Hasilnya, dibagi rata.

Sebagian hasilnya jua dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional kelompok seperti biaya listrik, biaya keamanan, biaya pakan dan biaya asuransi. Ada empat jenis sapi yang dibudidaya yakni. Pertama, Sapi Limosin. Kalau dijual harganya mencapai Rp 35 juta per ekor. Kemudian Sapi Semental seharga Rp 30 juta per ekor, Sapi Brangus Rp 20 juta per ekor dan Sapi Bali seharga Rp 15 juta per ekor.

Ternak-ternak ini juga diasuransikan. Para peternak mengeluarkan biaya sebesar Rp 40 ribu per ekor per tahun. Itu dengan klaim asuransi sebesar Rp 10 juta per ekor. Itu sebagai langkah antisipasi, kalau sapi-sapi mati karena sakit atau hilang karena dicuri.

“Sedangkan untuk inseminasi buatan, kami mengeluarkan biaya Rp 200 ribu per ekor,” kata Amaq Anjar. Itu sudah termasuk pemeriksaan kebuntingan dan pelaporan kelahiran. Dikerjakan oleh Dinas Pertanian Loteng. Begitu 9-10 bulan semenjak keberhasilan inseminasi buatan, sapi sudah beranak.

Sejak kelompok tani ternak berdiri hingga sekarang, sudah tidak terhitung berapa anakan yang dihasilkan. Dari hasil beternak itulah, warga bisa menyekolahkan anak-anaknya. “Alhamdulillah, anak saya sudah lulus kuliah di salah satu perguruan tinggi di Kota Mataram,” terangnya.

Kalau kekurangan biaya, masih ada cadangan lain yakni, budidaya ikan mujair, ikan nila dan ikan lele. Kolam ikan dikelola bersama-sama warga. Yang pasti, warga tidak kekurangan apa-apa. Terlebih dengan digalakkannya Lomba Kampung sehat ini, warga semakin semangat berkarya nyata.

Potret seperti itulah yang membuat Dusun Ngembur ditujuk mewakili dusun-dusun lain di Desa Jurang Jaler mengikuti Lomba Kampung Sehat. Bupati HM Suhaili FT turun langsung meninjau potensi yang dimiliki Dusun Ngembur pekan lalu. Orang nomor satu di Loteng tersebut mengangkat kedua jempol nya untuk warga Dusun Ngembur.

Apalagi, dari pintu masuk dusun hingga ke permukiman warga, suasananya asri, indah, bersih, dan sehat. Lingkungannya tertata rapi dan tanaman penyangga masih berdiri kokoh. Ada pohon kelapa, pohon mahoni, pohon mangga dan masih banyak lagi.

“Saya berharap, dusun-dusun lain dan desa-desa lain di Loteng bisa belajar di Dusun Ngembur ini. Luar biasa,” sanjung Bupati Suhaili yang dalam kunjungannya didampingi Kapolres Loteng AKBP Esty Setyo Nugroho dan Dandim 1620/Loteng Letkol CZI Prastiwanto. (dss/r6)

 

Inspirasi dari Dusun Ngembur

  • Memelihara ternak sapi dengan kandang komunal.
  • Menyiapkan asuransi untuk ternak sapi.
  • Kotoran sapi diolah jadi pupuk organik untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian.
  • Pekarangan dimanfaatkan untuk budidaya tanaman hidroponik.
  • Sawah juga dimanfaatkan untuk budidaya ikan mujair, ikan nila dan ikan lele saat musim tanam.

 

Sumber: Diolah Lombok Post

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Fitch Ratings Indonesia Naikkan Peringkat Bank Bukopin Jadi AA-

Peringkat Nasional Jangka Panjang Bank Bukopin dinaikkan menjadi ‘AA-(idn)’ dari ‘BBB+(idn)’

Mata Air Lombok Utara Hanya Tersisa 77 Titik

Pemerintah KLU mencatat jumlah mata air potensial hanya tersisa 77 titik. Angka potensial itu terdeteksi sangat minim, dibandingkan total 238 mata air yang sebelumnya ada.

NTB Tuan Rumah Festival Ekonomi Syariah 2020

Provinsi NTB terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) atau Festival Ekonomi Syariah Indonesia ke-7 tahun 2020. ”Provinsi NTB sekaligus menjadi koordinator penyelenggaraan festival tahun ini,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam pembukaan ISEF 2020 secara virtual, Jumat (7/8).

Layangan Nyangkut Ganggu Jaringan Listrik Lombok

MATARAM-Akhir-akhir ini layang-layang kerap mengganggu aktivitas warga. Layangan putus banyak nyangkut di jaringan listrik PLN. Akibatnya listrik harus dipadamkan. ”PLN mencatat beberapa kali gangguan listrik yang disebabkan oleh layang layang,” kata Manager PLN UP3 Mataram Dony Noor Gustiarsyah, Jumat (7/8).

Tahun ini NTB Butuh Rp 8,3 Miliar Tangani Kekeringan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dana penanganan kekeringan tidak pernah sedikit. Tahun ini, BPBD NTB kembali mengusulkan dana hingga Rp 8,3 miliar lebih untuk atasi bencana kekeringan. ”Ini sedang kami usulkan mudahan dananya tersedia,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, Jumat  (7/8).

Pemkab Loteng Persilakan Ibu Hamil Kerja Dari Rumah

          PRAYA-Bupati Loteng HM Suhaili FT mengeluarkan surat edaran (SE) terbaru terkait sistem kerja aparatur sipil negara (ASN). “Ini karena belum terkendalinya penyebaran covid-19,” ujar juru bicara gugus tugas Covid-19 Loteng HL Herdan, Kamis (6/8) lalu.

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).
Enable Notifications.    Ok No thanks