Selasa, 31 Januari 2023
Selasa, 31 Januari 2023

Warga Loteng Diminta Tetap Waspada, BPBD: Cuaca Ekstrem Masih Mengancam

PRAYA-Warga Lombok Tengah diimbau waspada cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini. Awan yang gelap, petir, dan hujan yang mengguyur terkadang menimbulkan angin puting beliung bahkan banjir.

“Tolong ini menjadi perhatian kita bersama,” seru Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng H Ridwan Makruf pada Lombok Post, Minggu (27/11).

Sebagai langkah antisipasi dini, pihaknya, jauh-jauh hari telah melaksanakan sosialisasi mitigasi bencana. Dengan harapan, warga siap siaga dalam kondisi apapun, di mana pun, dan kapan pun. “Kata kunci, keselamatan jiwa yang paling utama,” tegasnya.

Kata dia, kalau pun terjadi bencana, pihaknya memastikan siap siaga pula. Khususnya, menyangkut bantuan sosial. Mulai dari sembako, selimut, tenda-tenda darurat, pakaian layak pakai hingga material bangunan. Namun jika kekurangan, maka Pemerintah Provinsi NTB dan dinas terkait ikut membantu.

Baca Juga :  BPBD NTB Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di Loteng

“Seperti yang kami lakukan saat ini. Yakni, membersihkan sisa-sisa banjir yang terjadi, Sabtu (26/11) lalu,” kata Kapolsek Praya Timur Iptu Lalu Supardi, terpisah.

Dijelaskan, banjir menerjang Dusun Beleka II di Desa Persiapan Belaka Daye. Kemudian Dusun Golong di Desa Beleka dan Dusun Kulem di Desa Persiapan Pengonak, Kecamatan Praya Timur.

Ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Penyebabnya, air bah kiriman yang datang dari wilayah utara. Ditambah hujan yang cukup deras. Akibatnya, aliran sungai meluap ke rumah-rumah warga hingga akses jalan raya.

“Tidak ada korban jiwa dari musibah tersebut. Kecuali menyisakan lumpur di rumah-rumah warga, dan sarana dan prasarana pendukung warga,” bebernya.

Baca Juga :  Cepat Tanggap, BRI Salurkan Bantuan Untuk Warga Terdampak Gempa Cianjur

Polsek Praya Timur pun turun membantu warga. Sekaligus melaksanakan patroli guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. “Warga tidak sampai ada yang mengungsi. Karena dalam hitungan puluhan menit air menyusut,” ujar Supardi. (dss/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks