alexametrics
Senin, 26 Oktober 2020
Senin, 26 Oktober 2020

Desa Jurang Jaler, Juaranya Lingkungan Bersih dan Asri

Desa Jurang Jaler, meraih juara satu Lomba Kampung Sehat di Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah. Desa ini memang kaya inovasi. Terutama bagaimana menggerakkan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan asri.

——————————–

 

DATANGLAH ke Dusun Mertak Men, salah satu Dusun di Jurang Jaler. Di pintu masuk dusun sudah tertulis spanduk selamat datang untuk siapa saja yang bertandang. Di dekat spanduk tersebut, sudah ada perlengkapan alat mencuci tangan.

Jalan dusun tersebut sudah paten. Sudah dirabat. Sudah empat tahun lalu. Tapi kondisinya masih sungguh sangat baik. Macam baru tuntas hitungan bulan. Suasana Dusun Mertak Men pun sungguh asri. Teduh dan hijau. Angin berembus sejuk.

Jarak pintu masuk ke pemukiman warga sekitar 100 meter. Kiri dan kanan jalan masih berupa areal persawahan. Lalu, sepanjang 700 meter, berjejer rumah-rumah warga. Di bagian depan, masing-masing rumah berhias dengan tanaman hidroponik. Sementara di belakang kampung, gemericik aliran sungai pun terdengar.

“Per 1 Januari lalu, semua dusun kami sulap menjadi dusun bersih dan sehat,” kata Suparman, Penjabat Kepala Desa Jurang Jaler pada Lombok Post, kemarin (28/9).

Pihaknya memang telah menyiapkan program sambang dusun. Tujuan akhirnya adalah menyiapkan Desa Jurang Jaler masuk menjadi desa wisata, melengkapi 50 desa wisata yang sudah lebih dulu ada di Gumi Tatas Tuhu Trasna tersebut.

Jadi, kata Suparman, sebelum lomba kampung sehat dan sebelum pandemi Covid-19, Desa Jurang Jaler sudah menyatakan diri sebagai desa bersih dan sehat. Pelan dan pasti, perilaku warga tentang hidup bersih dan sehat mulai tumbuh. Dan tatkala pandemi Covid-19 datang, masyarakat sudah benar-benar menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

“Tanpa diminta, warga sudah sadar tentang dua hal itu,” kata Suparman, yang masih berdinas di Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Lombok Tengah.

Lihat saja. Jika desa-desa yang lain di Loteng sudah membubarkan Posko Covid-19 yang mereka bangun. Di Desa Jurang Jaler justru posko tersebut masih berdiri. Di sana, secara bergiliran, Gugus Tugas Covid-19 siaga. Hasilnya, selama pandemi, warga Desa Jurang Jaler sehat-sehat saja. Sebuah hal yang sangat disyukuri Suparman.

Kesehatan yang baik diikuti pula dengan ekonomi masyarakat desa yang terjaga baik pula. Meski pandemi kata Suparman, warga mereka aman-aman saja. Itu karena, sebagian besar warga berprofesi sebagai petani.

Seteah menjadi juara pertama di tingkat kecamatan, Suparman menargetkan desanya bisa jadi juara di tingkat kabupaten. Bahkan di tingkat provinsi pula.

Di luar itu, di ingin agar desanya tidak hanya juara. Melainkan juga menang. Kata menang yang dia maksud adalah, dia ingin agar seluruh masyarakat Jurang Jaler lulus dalam ujian pandemi Covid-19. Yakni, mempertahankan pola hidup bersih dan sehat yang sudah dicapai saat ini.

Dia tak ingin, setelah meraih juara, lalu kembali seperti sediakala. Sehingga percuma juara, kalau tidak menang. “Itu yang paling penting,” tegas Suparman.

Kepala Dusun Mertak Men Khairul Anwar yang ditemui secara terpisah menambahkan, di tempatnya itu bermuki 276 kepala keluarga dengan 827 jiwa. Dia pun menceritakan salah satu inovasi di dusunnya untuk menjaga lingkungan tetap bersih. Yakni adanya 17 sapu lidi di tujuh titik di jalan utama dusun. Sapu-sapu lidi tersebut dilengkapi dengan lima bak sampah ukuran besar, enam bak sampah ukuran sedang, dan empat bak sampah khusus sampah-sampah non organik.

Dengan perlengkapan itu, warga mau tidak mau diwajibkan membersihkan sampah di tempatnya masing-masing. Hasilnya, saluran irigasi pun nol sampah. Air jernih dan bersih. Sementara untuk sampah organik, dikumpulkan oleh warga lalu dijadikan pupuk organik. Dicampur dengan kotoran sapi.

Begitu pula sampah non organik. Dimanfaatkan. Untuk botol dan gelas bekas minuman kemasan dijadikan media tanam untuk bunga. Atau pot tanaman hidroponik. (dss/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Nyoman: Gonta Ganti Kendaraan Tidak Masalah, yang Penting Rasanya

“Baru di motor Forza 250 CC ini saya rasakan sama sekali tidak ada getarannya ketika sudah kita berkendara dan sangat cocok dengan kondisi kesehatan saya yang memiliki penyakit jantung. Sebelumnya pernah saya memakai sepeda motor  jenis lain namun karna ada getarannya sangat terasa membuat saya tidak nyaman,” aku Nyoman.

Warga Antusias Hadiri Peresmian Rumah Besar Relawan HARUM Ampenan

Ratusan warga tumpah di jalan Saleh Sungkar, Dayen Peken Ampenan Kamis (22/10) sore kemarin. Warga hadir menyambut kedatangan pasangan H Mohan Roliskana – TGH Mujiburrahman (HARUM). Kedatangan pasangan ini untuk meresmikan Rumah Besar Relawan HARUM Ampenan.

Satgas Covid-19 : Masyarakat Harus Taat 3M Ketika Liburan

Kebijakan yang dibuat pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19 dinilai cukup baik. Tantangan selanjutnya adalah pengawasan terhadap implementasi di lapangan. Khususnya terkaitpenerapan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak.

Tiga Bank Syariah Digabung, Bersiap Jadi yang Terbesar di Nasional

”Mengawal dan membesarkan tidak hanya sampai legal merger, tapi juga memastikan hadirnya bank syariah nasional terbesar ini benar-benar dapat memberikan manfaat bagi orang banyak dan membawa nama Indonesia ke kancah global sebagai pusat ekonomi syariah dunia,” katanya.

Honda Genio Makin Fashionable

”Tampilan Honda Genio yang semakin atraktif mewakilkan ekspresi anak muda,” ujar Thomas. 

UN Diganti, Pemerintah Didorong Intensifkan Sosialisasi

”Supaya apa yang kurang dan kendala yang muncul, bisa segera dievaluasi,” ujar dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris dan Pasca Bahasa FKIP Unram ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...
Enable Notifications    Ok No thanks