Selasa, 31 Januari 2023
Selasa, 31 Januari 2023

Soal Sampah Pasar Desa Jago, Dua OPD Loteng Saling Lempar Tanggung Jawab

PRAYA-Penanganan sampah di Pasar Desa Jago, Kecamatan Praya, Lombok Tengah disorot. Setiap hari pasar sampah dibuang sembarangan. Tidak saja di area pasar, tapi sampai ke lahan-lahan pertanian warga hingga jalan raya.

“Kami sudah meminta bantuan dua dinas terkait guna menyikapi persoalan yang terjadi,” keluh Kepala Dusun (Kadus) Telagawaru Desa Jago Ahmad Ziadi, Senin (28/11).

Hal itu disampaikannya di hadapan Asisten I Setda Loteng HL Wiraningsum. Sayangnya, kata Ziadi, sampai sekarang tidak ada tanggapan apa-apa. Yang ada saling lempar tanggung jawab. Kedua dinas yang dimaksud, yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Loteng dan Dinas Perindustrian, dan Perdangan (Disperindag) Loteng.

“Mohon bantuan pak asisten,” tandasnya. Jika tidak, maka pemerintah desa yang akan mengambil alih pengelolaan retribusi pasar. Selama ini, dikelola oleh pemkab.

Baca Juga :  Majukan Pariwisata dengan Menggenjot SDM

Di satu sisi, pemkab seolah tidak mau tahu persoalan yang terjadi. Di sisi lain, setiap bulan mereka menerima restribusi pasar. Sementara pemerintah desa hanya menerima sampahnya saja. Belum lagi, masalah-masalah lain.

“Kalau kami yang ambil alih, maka dana retribusi itu bisa kami gunakan untuk penanganan sampah,” kata Kepala Desa (Kades) Jago Deni Wirawan di tempat yang sama.

Dia menceritakan, saat pandemi Covid-19 tahun 2020 dan 2021 lalu, pemerintah desa yang justru membuat baliho penutupan Pasar Jago. Hingga sosialisasi dan penyemprotan disinfektan. Anggaran diambil dari pemerintah desa. Sedangkan dinas terkait malah berdiam diri saja.

Sementara itu, Asisten I Setda Loteng HL Wiraningsum berpesan agar dana pengelolaan sampah pasar bisa diambil dari parkir. Bukan dari retribusi pasar. Jadi, pemerintah desa harus memanfaatkan lahan-lahan warga, guna dijadikan area parkir.

Baca Juga :  Soal Penembokan Jalan, Kodim 1620/Loteng Turun ke Dua Desa untuk Mediasi

“Itu solusi yang menurut saya tepat,” tandas Wiraningsum yang juga Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Loteng tersebut.

Solusi seperti itu, katanya dijalankan di Pasar Bonjeruk di Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat dan Pasar Teratak di Desa Teratak, Kecamatan Batukliang Utara. (dss/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks