alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Mulai Besok, Dusun Sade Kembali Dibuka untuk Wisatawan

PRAYA-Objek wisata di Lombok Tengah mulai dibuka secara bertahap. “Untuk desa wisata Dusun Sade, Rabu (1/7) besok,” kata Kepala Desa Rambitan, Kecamatan Pujut Lalu Minakse pada Lombok Post, Senin (29/6).

Dia menerangkan, sebelumnya desa wisata adat itu ditutup sejak 28 Maret lalu. Itu karena, mengantisipasi penyebaran covid-19. “Karena kondisi ekonomi warga kami mulai terguncang, maka kami membuka seluruh objek wisata di Desa Rambitan.” Papar Minakse.

Selain Dusun Sade, objek wisata religi juga dibuka. Seperti Makam Nyatok dan masjid kuno Desa Rambitan. Namun wisatawan menerapkan protokol kesehatan. “Wisatawan dari luar NTB, sudah banyak menanyakan,” ujarnya.

Mereka sudah mendaftarkan diri untuk mengunjungi desa wisata Dusun Sade. Sebelum covid-19 melanda, kunjungan wisatawan sebanyak 400 orang per hari atau 10 bus per hari. Setiap bulan menembus angka 2.000 orang. Kemudian pascagempa sempat turun jadi 1.000 orang per bulan. Sedangkan, saat covid-19 tidak ada sama sekali yang datang. “Semoga ekonomi warga kami ini, segera pulih dan bangkit. Itu yang terpenting,” harapnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Loteng H Lendek Jayadi, mempersilakan pemerintah desa/kelurahan mengeluarkan kebijakan membuka objek-objek wisatanya masing-masing. Asalkan, berkoordinasi dan berkomunikasi terlebih dahulu dengan disbudpar.

Untuk penerapan protokol kesehatan disbudpar mengandeng Satpol PP Loteng, babinsa, bhabinkamtibmas, pemerintah desa dan badan keamanan desa (BKD). “Ini namanya kita melangkah untuk menghadapi new normal, di bidang pariwisata,” kata mantan Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Loteng tersebut. (dss/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mataram Bisa Tiru Depok, Tak Pakai Masker Denda Rp 200 Ribu

Pemkot Mataram merespons kritikan Wakil Gubernur NTB. Kemarin, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri melakukan penertiban di pagi buta. Sasarannya, para pedagang di Pasar Kebon Roek, Ampenan.

Kuliah ke Luar Daerah, Warga Mataram Harus Bebas Korona

Warga Kota Mataram yang kuliah di luar daerah cukup banyak. Kemarin kata dia, sekitar 50 mahasiswa mengajukan permintaan melakukan rapid test. Dari jumlah tersebut tidak ada yang hasilnya reaktif.

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

Pariwisata Lesu, Pengusaha Travel Lombok Bertahan lewat Promo

Agen travel perjalanan wisata terus berupaya bertahan dalam ketidakpastian Pandemi Korona. Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak akibat turunnya kunjungan wisatawan. ”Kami upayakan tetap bangkit seiring dengan penerapan new normal yang sedang digaungkan,” kata Kukuh Laro, pemilik Duta Lombok Transport.

Berdayakan UMKM Lokal, Bappeda NTB Tunggu Pergub

Pergub Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga kini belum rampung. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB masih menunggu kelanjutan masukan dan revisi dari gubernur. ”Sampai hari ini (kemarin,Red) kita belum terima. Jika sudah ada, akan langsung kita jadikan landasan dalam memberdayakan UKM/IKM,” kata Kepala Bappeda NTB Amry Rakhman, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks