alexametrics
Rabu, 12 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020

Pandemi Korona, Syarat Naik Pesawat Malah Lebih Mahal dari Tiket

PRAYA-Pelaku pariwisata Lombok Tengah mengeluhkan syarat menjadi calon penumpang pesawat. “Lebih mahal mengurus syarat-syarat penerbangan, daripada harga tiket,” sindir Manager Marketing The Lombok Travel NTB Muhammad Husni pada Lombok Post, Selasa (28/7).

Contoh, penerbangan dari Lombok menuju Bali. Harga tiket LionAir misalnya Rp 362.300 per orang. Sementara biaya rapid test menelan biaya antara Rp 150 ribu- Rp 300 ribu.

Belum lagi surat keterangan uji polymerase chain reaction (PCR) atau uji swab. Biayanya tergantung di mana pemeriksaan, apakah rumah sakit pemerintah atau rumah sakit swasta.

“Jika dirata-ratanya Rp 1,1 juta. Tinggal dihitung saja, mana yang lebih besar,” keluhnya.

Kata dia, kalau kebijakan itu tetap saja dijalankan beberapa bulan ke depan, maka pariwisata dipastikan lumpuh total. Tinggal menunggu waktunya saja.

Anggota Komisi II DPRD Loteng H Ikhwan Sutrisno menyarankan, pemerintah segera merevisi Surat Edaran (SE) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 7 Tahun 2020, dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 41 Tahun 2020. “Kita berharap pemerintah provinsi menjadi garda terdepan,” harapnya.

Dia ingin, pemerintah provinsi lain di Indonesia, melakukan hal yang sama. Bila perlu melibatkan pemerintah kabupaten/kota. Terutama bila ingin, melihat pariwisata maju. Jika tidak, maka pemilik hotel, pemilik restoran hingga travel akan gulung tikar. “Mohon ini dipertimbangkan baik-baik,” sarannya.

Lebih lanjut, pihaknya menambahkan sejak beberapa objek wisata dibuka di Loteng, yang berkunjung kebanyakan wisatawan lokal dari kabupaten/kota tetangga di Pulau Lombok. Tidak ada wisatawan dari kabupaten/kota lain di Indonesia, apalagi wisatawan asing. “Itu karena mereka berfikir dua kali, mau berlibur,” tandasnya. (dss/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lawan Korona di Lombok tengah Lockdown Dusun Tetap Jadi Pilihan

Pencegahan penularan covid-19 di Lombok Tengah terus dilakukan pemkab. “Harapannya, jangan ada lagi yang positif,” kata sekretaris gugus tugas Covid-19 Murdi pada Lombok Post, Senin (10/8).

Kabar Baik, Pemerintah Izinkan Pengiriman TKI ke Luar Negeri

Pemerintah telah membuka peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Hanya saja, rekrutmen terbatas pada tenaga kerja terlatih sektor formal.

Tempat Hiburan di Lobar Tak Patuh Cegah Korona, Dewan : Segel Saja!

DPRD Lombok Barat (Lobar) memberi atensi penerapan protokol pencegahan covid. Terutama untuk tempat hiburan malam. ”Kami support penegak hukum dan pemerintah. Kalau ada yang membandel, segel saja,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lobar Indra Jaya Usman, Senin (10/8).

Pasangan Makmur-Ahda Tersandera SK PKB

MATARAM--Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda tersandera SK dukungan dari PKB. Tanpa PKB, pasangan ini kemungkinan besar tak bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram.

FK Unram Prediksi Puncak Penularan Korona di NTB Bulan Ini

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram sempat memprediksi Bulan Agustus ini menjadi puncak pandemi Covid-19. Namun, trend Covid-19 justru perlahan menurun.

Bantu Siswa Belajar, Masjid Al-Falah Monjok Siapkan Internet Gratis

Inovasi Takmir Masjid Al-Falah Kelurahan Monjok patut ditiru. Terutama oleh takmir masjid di Kota Mataram. Karena, mereka menyiapkan internet gratis bagi siswa dan mahasiswa yang saat ini sedang menerapkan metode belajar dalam jaringan (daring).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks