Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sirkuit Lantan Jadi Langganan Banjir, Pemdes Minta Pemda Bangun Drainase

Rury Anjas Andita • Sabtu, 7 Januari 2023 | 16:30 WIB
BALAPAN MOTOCROSS: Aksi salah satu pembalap motocross di sirkuit Lantan, Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Loteng, Sabtu (17/12). (Dedi/Lombok Post)
BALAPAN MOTOCROSS: Aksi salah satu pembalap motocross di sirkuit Lantan, Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Loteng, Sabtu (17/12). (Dedi/Lombok Post)
PRAYA-Warga Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah berharap agar dibangunkan drainase di area sirkuit Lantan. Karena setiap musim hujan, air dari bawah kaki Gunung Rinjani pasti meluap ke sirkuit hingga permukiman warga.

“Tolong ini dipikirkan oleh bupati dan wakil bupati,” harap Anggota Komisi II DPRD Loteng HM Sidik Maulana pada Lombok Post, Jumat (6/1).

Jika tidak, kata Sidik, maka kejadian itu justru menjadi pekerjan rutin yang harus dilakukan pemkab. Sirkuit harus diperbaiki dan dibenahi gara-gara diterjang banjir. Intinya, sarana dan prasarana sirkuit Lantan harus lebih lengkap dan siap.

“Selain di area sirkuit, tolong dibangunkan juga drainase di Dusun Pemasir. Karena di tempat itu, seringkali banjir,” ujarnya.

Dia menekankan, pemkab harus belajar dari kasus banjir di sepanjang jalan raya depan sirkuit Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut. Atau beberapa desa di wilayah selatan Loteng. Jangan sampai citra pariwisata ikut terganggu gara-gara persoalan ini.

“Karena ke depan, kita berharap event-event balapan di sirkuit Lantan diperbanyak,” tandas Sidik.

Tidak saja tingkat provinsi, nasional atau internasional. Tapi, tingkat kabupaten, bila perlu kecamatan. Yang terpenting, bagaimana pola pengemasannya, sehingga yang datang menyaksikan banyak. Bila perlu, pemkab juga memasang target agar sirkuit yang ada berstandar nasional bahkan internasional.

“Selain drainase, kami berharap dibangunkan tempat pembuangan akhir (TPA) reduce, reuse and recicle (3R),” sambung Kepala Desa (Kades) Lantan Erwandi, terpisah.

Menurut Erwandi, setiap kali selesai event balapan di sirkuit Lantan, pemerintah desa dan warga harus berurusan dengan sampah. Sehingga, lewat TPA 3R itu paling tidak, warga punya pekerjaan baru. Di mana, sampah dikelola sedemikian rupa, sehingga menghasilkan keberkahan. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#sirkuit lantan #drainase #Banjir #Motocross