Wakil Bupati (Wabup) Lombok Tengah (Loteng) HM Nursiah mengatakan, sentral sarang burung walet ini masih tahap awal dan baru tuntas dikerjakan.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Loteng pun diingatkan untuk terus berupaya meningkatkan pengoperasiannya.
Sehingga pengolahan walet yang memakan anggaran Rp tujuh miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) itu bisa lebih maksimal.
"Keberadaan sentral sarang burung walet ini dilakukan evaluasi dulu, baru kemudian kekurangannya kita terus tingkatkan melalui berbagai pembenahan. Hingga penguatan-penguatan yang ada di sentral burung walet ini," ucap Wabup Nursiah, kemarin (5/11).
Wabup sendiri tidak menjelaskan secara pasti, alasan gedung sentral pencucian sarang burung walet ini belum bisa dimanfaatkan.
Meski dilain sisi, bahan baku, alat untuk pengolahan hingga kemasan untuk sarang burung walet sudah tersedia.
"Kembali ke manajemen yang mengelola, apakah erat kaitan dengan sumber daya manusia (SDM) atau masalah pemasaran yang kurang maksimal," ungkap mantan Sekda Loteng ini.
Wabup memastikan akan tetap memaksimalkan keberadaan gedung ini. Apakah akan dikelola UPT atau pihak profesional lainnya. Sebab jangan sampai gedung baru dan fungsi gedung sudah jelas, namun pengelolaannya tidak profesional.
Politisi Golkar ini menjelaskan, saat ini sebenarnya gedung sentral walet sudah dioperasikan. Namun, kemungkinan promosi yang belum maksimal.
Sehingga penting bagi manajemen untuk kerja sama dengan pelaku pariwisata dan jaringan sentral yang lain. "Ini kita akan dorong untuk menjadi tugas Disperindag termasuk Dinas Koperasi dan UKM," tegas Nursiah.
Gedung sentral pengolahan burung walet sudah dikelola oleh pemerintah daerah. Setelah serah terima dari pemerintah pusat. "Sekarang telah ditunjuk petugas untuk pengelolaannya dan sudah mulai berproduksi, karena sudah ada petugas yang ditempatkan di sana untuk melakukan pengelolaan," ungkap Plt Kepala Disperindag Loteng M Zarkasi, terpisah.
Potensi usaha sarang burung walet di Loteng, lanjut dia, cukup banyak dan sangat menjanjikan. Sebab itu, pemerintah pusat mengalokasikan dana untuk pembangunan sentral pengolahan sarang burung walet tersebut.
"Pembangunan gedung diharapkan dapat meningkatkan pengembangan sarang burung walet dan bisa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Lombok Tengah," bebernya. "Bahkan kedepan, mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat secara umum," timpal Zakarsi.
Ia menambahkan, sentral pengelolaan sarang burung walet telah dilengkapi berbagai fasilitas dalam hal pengelolaan sarang walet. Pengusaha tinggal membawa sarang walet mentah ke sentral pengolahan. Untuk diolah menjadi berbagai makanan dan minuman.
Bahkan, pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) direncanakan ada yang standby di lokasi itu untuk mengelola.
"Dengan adanya (sentral pengolahan sarang walet, red) ini, diharapkan bisa berdampak terhadap pengurangan angka pengangguran atau membuka peluang kerja bagi masyarakat," pungkasnya. (ewi)
Editor : Redaksi Lombok Post