Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Inovasi Dinas Perindag Lombok Tengah pada Anyaman Rotan-Pandan, dari Limbah ke Laba, Pemberdayaan Pandan Kering di Tangan Penganyam Desa

Lestari Dewi • Sabtu, 20 Desember 2025 | 10:54 WIB
Sejumlah emak-emak sibuk menganyam kayu rotan yang dipadukan dengan daun pandan kering di rumah warga Kota Praya, Lombok Tengah.
Sejumlah emak-emak sibuk menganyam kayu rotan yang dipadukan dengan daun pandan kering di rumah warga Kota Praya, Lombok Tengah.

Inovasi menggabungkan daun pandan kering sebagai material pendamping anyaman rotan merupakan langkah strategis yang marak dikembangkan di sentra-sentra kerajinan, termasuk di Lombok Tengah. Pemanfaatan ini bukan sekadar tren, tetapi solusi cerdas untuk mengatasi tantangan ketersediaan material dan memberikan nilai tambah ekonomi.

----

Di teras rumah Zainuri, suasana riang dan penuh konsentrasi menyelimuti sekelompok emak-emak. Bau khas rotan yang telah diolah berpadu dengan aroma lembut pandan kering dari tumpukan bundelan daun. Rumah sederhana itu berubah menjadi pusat kreasi, tempat tangan-tangan terampil mengolah bahan alam menjadi karya bernilai.

Mereka duduk melingkar. Jari-jemari cekatan menari di antara serat. Tidak hanya rotan seperti anyaman pada umumnya, kini terselip inovasi baru berupa helai-helai pandan kering yang telah diolah hingga lentur dengan warna alami. Pandan yang selama ini melimpah dan kerap dipandang sebelah mata, bertransformasi menjadi elemen utama yang memberi tekstur, motif, dan corak berbeda pada anyaman.

Canda tawa dan cerita ringan mengiringi proses itu. Ada yang berbagi kabar anak cucu, ada pula yang bertukar resep masakan. Namun, ketika rotan mulai disatukan dengan pandan, fokus mereka kembali menguat.

“Anyaman rotan memberikan kekuatan dan struktur yang kokoh, sementara sisipan pandan kering menambahkan nilai estetika, detail, dan sentuhan tradisional yang menawan,” ungkap Zainuri, perajin anyaman rotan.

Inovasi tersebut lahir berkat inisiatif Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Loteng. Perpaduan material itu tidak sekadar uji coba, tetapi strategi untuk memberi nilai tambah ekonomis pada daun pandan yang selama ini kurang dimanfaatkan.

“Setiap anyaman yang lahir, entah itu keranjang, tas, atau dekorasi dinding adalah bukti nyata inovasi lokal yang berhasil menyandingkan potensi alam dengan kreativitas tangan terampil,” tambahnya.

Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindag Loteng Baiq Yuliana Safriani menyebut, pihaknya telah memberikan pembinaan dan pelatihan pemanfaatan daun pandan kering yang dikolaborasikan dengan anyaman rotan.

Gumi Tatas Tuhu Trasna dengan kondisi geografisnya memiliki sumber daya pandan yang melimpah. Selama ini, daun pandan umumnya dimanfaatkan secara terbatas atau bahkan terbuang.

“Kami melihat ini adalah potensi, peluang untuk diversifikasi produk anyaman yang didominasi rotan, sehingga pandan yang semula dianggap limbah menjadi komoditas bernilai,” katanya.

Daun pandan tidak langsung digunakan. Agar dapat dikombinasikan dengan rotan, daun harus melalui proses pengeringan dan pengolahan khusus untuk menghilangkan kadar air serta mencegah jamur. Warna daun dipertahankan atau dicelup dengan pewarna alami untuk menciptakan variasi motif.

“Dan mengapa kami pilih daun pandan, daun ini sangat pas, setiap helaian atau pitanya sesuai dengan ukuran serat rotan yang akan digunakan,” katanya. 

Editor : Akbar Sirinawa
#Lombok Tengah #daun pandan #anyaman #rotan #Inovasi #Disperindag