LombokPost-Pemkab Lombok Tengah memastikan pelayanan kesehatan di seluruh fasilitas tetap berjalan normal pascawafatnya Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah dr Suardi, Selasa (17/2).
Pemantauan langsung dilakukan agar tidak ada layanan kepada masyarakat yang terganggu.
“Kami sudah turun memantau pelayanan kesehatan, berjalan lancar di puskesmas. Jangan sampai ada pelayanan yang tertunda,” ucap Wakil Bupati Lombok Tengah M Nursiah pada wartawan usai melayat ke rumah duka di Dusun Bore, Desa Berinding, Kopang, Lombok Tengah, Rabu (18/2).
Wabup menyebut, pihaknya belum menunjuk pelaksana tugas (Plt) Kepala Dikes.
Sebab, pemkab memiliki pertimbangan dalam penunjukan Plt yang diharapkan mampu melanjutkan tugas Kepala Dikes Loteng, dari segi kompetensi, sosial, serta tanggung jawab.
Kemampuan berlapis ini dibutuhkan karena program Dikes tahun 2025 masih dalam verifikasi guna memperoleh kesimpulan kinerja program.
“Baik itu program-program di Dinas Kesehatan maupun puskesmas, karena itu untuk sementara ini kami sudah perintahkan agar dikunci dahulu ruangan kerja almarhum,” kata Wabup Nursiah.
Pada kesempatan itu, Wabup mengaku berpulangnya almarhum cukup mengagetkan jajaran pemkab maupun masyarakat Gumi Tatas Tuhu Trasna.
Mengingat Suardi adalah sosok yang selalu menjaga kesehatan dan tidak pernah terdengar memiliki riwayat penyakit serius.
“Kami sangat kehilangan dan berduka cita dengan segala kebaikan beliau (Suardi, red), dari sisi sosial saling membantu dan dalam pelaksanaan tugas sangat bertanggung jawab,” kata Wabup.
Senada, Anggota Komisi IV DPRD Lombok Tengah M Tauhid menyampaikan duka mendalam atas kehilangan sosok Suardi. Mengingat Suardi adalah putra Loteng satu-satunya di bagian utara.
Dinas Kesehatan sebagai leading sektor bersama Komisi IV DPRD Loteng memiliki cita-cita bersama membangun rumah sakit di bagian utara Loteng.
“Insyaallah akan kami tetap akan suarakan dan perjuangkan agar rumah sakit yang dicita-citakan ini terwujud di utara,” singkat Tauhid.
Editor : Kimda Farida