LombokPost-Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mutasi sembilan pejabat eselon dua di ballroom kantor bupati, Senin (16/5) sore.
Mutasi dilakukan guna mengisi kekosongan jabatan di level pimpinan perangkat daerah agar program-program kegiatan yang telah direncanakan sesuai dengan visi dan misi pemerintah daerah.
Adapun sembilan pejabat eselon dua yang dimutasi antara lain, dr Mamang Bagiansah yang semula menjabat sebagai Direktur RSUD Praya dilantik sebagai Kepala Dinas Kesehatan menggantikan almarhum dr Suardi.
Kemudian, Lalu Hilim yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kini menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga.
Berikutnya, Lalu Muhammad Hatta yang sebelumnya duduk sebagai Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan dilantik sebagai Kepala Dinas Pariwisata.
Sementara Baiq Murniati, yang semula sebagai Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah dilantik menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).
Kemudian, Kusriadi yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pemerdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) kini menjabat sebagai kepala dinas tersebut.
Selanjutnya, Dalillah yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Ekonomi, Sumber Daya Alam dan Kewilayahan Badan Perencanaan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) kini menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP).
Sementara Sri Damayanti Wiradarma yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Inspektorat dilantik Kepala Dinas Perhubungan.
"Perlu disampaikan proses pelantikan ini ada pelantikan pejabat tinggi pratama yang pertama kali dilakukan menggunakan Manajemen Talenta baik itu di Lombok Tengah maupun Provinsi NTB," ucap Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri dalam sambutannya, Senin (16/3).
Dikatakan bupati, manajemen talenta yang digunakan pemkab Lombok Tengah telah mendapat rekomendasi dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Pemkab tidak lagi menggunakan panitia seleksi terbuka dalam menduduki jabatan eselon dua.
"Sebab manajemen talenta ini bertujuan menjin ketersediaan talenta dalam hal ini pegawai negeri sipil," cetus bupati.
Dengan begitu akan membuka peluang bagi seluruh pejabat untuk berkompetensi dengan sehat. Artinya, pejabat yang mengisi jabatan ini adalah mereka yang memenuhi persyaratan sesuai jenjang yang tersedia.
"Sehingga bisa mencapai visi dan misi yang tertua dalam bencana pembangunan jangka menengah dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat kita," kata bupati.
Pada kesempatan itu, bupati menekankan kepada para kepala dinas yang baru untuk menciptakan kinerja yang aktif dan inovatif. Bupati tidak mau persoalan yang sepele harus membuat wakil bupati maupun sekretaris daerah turun langsung ke lapangan.
"Kemudian apa guna kepala dinas, apa fungsinya kalau tidak menyediakan solusi-solusi, baik di internal maupun eksternal dipandang perlu untuk diselesaikan dulu," tutup bupati.
Editor : Pujo Nugroho