LombokPost-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah menyiagakan posko kebencanaan selama masa libur Lebaran 2026.
Langkah ini sebagai upaya mitigasi untuk mengurangi dampak bencana di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah itu.
Kepala Pelaksana BPBD Lombok Tengah Ridwan Macruf mengatakan, pembentukan posko didasarkan pada informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi hujan disertai angin kencang masih berpotensi terjadi hingga beberapa pekan ke depan.
“Ini berdasarkan informasi BMKG sehingga kami menyiapkan posko dalam rangka mitigasi dampak bencana alam,” ujar Ridwan, Kamis (26/3).
Ia menjelaskan, potensi cuaca ekstrem diperkirakan masih berlangsung hingga April.
Namun, keterbatasan personel membuat BPBD belum dapat menempatkan petugas secara khusus di seluruh destinasi wisata yang ramai dikunjungi selama libur Lebaran.
Namun, petugas tetap disiagakan di posko untuk merespons cepat setiap laporan kejadian di lapangan.
“Petugas kami tetap siaga. Begitu ada laporan kejadian, langsung turun melakukan penanganan,” tegasnya.
Ridwan mengimbau masyarakat yang memanfaatkan libur Lebaran untuk berwisata agar tetap berhati-hati dan memperhatikan kondisi cuaca.
Pasalnya, hingga saat ini status siaga bencana di Lombok Tengah masih diberlakukan.
“Status siaga bencana masih berlaku, belum kami cabut,” katanya.
Sejumlah destinasi wisata di Lombok Tengah diperkirakan tetap menjadi tujuan favorit wisatawan selama libur Lebaran, seperti Pantai Tanjung Aan, Pantai Kuta, Pantai Mawun, Pantai Selong Belanak, dan Pantai Torok Aik Belek.
Selain itu, objek wisata alam seperti Air Terjun Benang Kelambu, Benang Stokel, serta pemandian Kolam Aik Bukak juga kerap dipadati pengunjung.
BPBD berharap masyarakat dapat terus memantau perkembangan informasi cuaca dan mengutamakan keselamatan selama beraktivitas di luar ruangan, terutama di kawasan wisata alam yang rentan terhadap dampak cuaca ekstrem.
Editor : Kimda Farida